Kamis 30 Januari 2020, 15:00 WIB

Lagi, Jam Pintar Selamatkan Nyawa Pemakainya

Fetry Wuryasti | Weekend
Lagi, Jam Pintar Selamatkan Nyawa Pemakainya

AFP/Justin Sulivan
Beberapa produk jam pintar

SMARTWATCH atau jam pintar yang terhubung dengan berbagai fungsi, mulai dari komunikasi, jadwal kegiatan, hingga memantau kesehatan, lagi-lagi menunjukkan kehandalan fiturnya dan menyelamatkan pemakainya.

Farhat Haniff, 30, warga negara Malaysia, diingatkan oleh fitur  pengukuran elektrokardiogram (EKG) pada smartwatch, bahwa detak jantungnya yang meningkat. Saat itu dia sedang dalam penerbangan pulang dari Langkawi ke Kuala Lumpur, Agustus 2019. Peringatan terus berlanjut setelah Farhat mendarat, saat menonton TV dan beristirahat, bahkan setelah dia mengatur ulang perangkat.

"Saya pikir itu adalah kesalahan, tetapi saya terus menerima (peringatan), jadi saya memutuskan untuk mengunjungi dokter," katanya kepada The Straits Times dalam wawancara email, dikutip Kamis (30/1).

Mengikuti serangkaian prosedur yang mencakup elektrokardiogram (EKG) dan tes darah, ia didiagnosis dengan irama jantung yang tidak teratur karena detak jantung prematur.

Ini bukan pertama kalinya jam pintar berpotensi menyelamatkan nyawa. Agustus 2019, Fox News melaporkan seorang wanita dari Alabama menemukan bahwa dirinya mengalami detak jantung tidak teratur, melalui fitur EKG pada jam pintarnya. Gejala ini dapat menyebabkan pembekuan darah, stroke atau gagal jantung. Melalui fitur ECG tanda-tanda tersebut dapat terdeteksi.

Di tahun 2017, seorang wanita juga mengklaim pelacak kebugaran pada jam pintarnya menyelamatkan hidup dia, setelah melihat detak jantung yang tidak biasa. Patricia Lauder, 73, menelepon layanan gawat darurat, ketika Fitbit mengingatkannya pada detak jantung lebih dari 140 detak per menit, jauh lebih tinggi dari biasanya.

Secara default, ponsel pintar memberi tahu pengguna jika detak jantung mereka melebihi 120 detak per menit saat mereka tidak berolahraga. (M-4)

 

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More