Kamis 30 Januari 2020, 12:27 WIB

Gara-gara Korona, 10 Ribu Turis Tiongkok Batal ke Bali

Arnoldus Dhae | Nusantara
Gara-gara Korona, 10 Ribu Turis Tiongkok Batal ke Bali

ANTARA
Rata-rata tamu Tiongkok menghabiskan seribu dolar per hari di Bali. Dan ata-rata lama tinggal 4 sampai 10 hari.

 

SEBANYAK 10 ribu tamu asal Tiongkok membatalkan kunjungan ke Bali dampak virus korona di Wuhan. Hal ini disampaikan Ketua DPD Asita Bali, Ketut Ardhana usai pertemuan dengan seluruh elemen pariwisata di Bali di Denpasar, Kamis (30/1).

Menurut Ardhana, jumlah 10 ribu lebih tersebut baru terhitung sejak virus korona diumumkan di Wuhan dan terpapar di beberapa negara di dunia. Artinya, selama 10 hari tersebut, sudah lebih dari 10 ribu turis asal Tiongkok batal ke Bali.

"Jumlah ini baru saya terima laporan dari beberapa travel divisi Mandarin. Belum ada laporan semua anggota. Diduga jumlah bisa lebih dan semakin hari akan semakin lebih dan dampaknya sangat kuat," ujarnya.

Menurut Ardhana, bila dilihat dari kunjungan turis Tiongkok di Bali pada 2019, jumlahnya sekitar 1,2 juta orang. Apabila sampai akhir Februari virus ini tidak segera selesai, jumlah turis Tiongkok yang batal ke Bali akan mencapai 100 ribu orang. Pasar Tiongkok cepat atau lambat akan segera habis dimakan korona.

"Kami meminta agar semua pihak bisa berkontribusi, bekerja sama mengatasi dan mengantisipasi virus ganas ini. Kami meminta agar jangan sampai ada orang yang positif di Bali saja. Sebab, begitu ada yang positif di Bali maka bukan saja pasar Tiongkok yang terganggu tetapi bisa berdampak pada semua pasar yang ada di berbagai negara di Bali," ujarnya.

Pihaknya meminta agar seluruh elemen pariwisata tidak terjebak informasi yang keliru soal virus korona. Seperti kasus di Nusa Dua Bali, ada salah satu hotel berbintang yang menolak tamu asal Tiongkok  di Bali.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Putu Astawa mengatakan, dampak virus korona memang luar biasa bagi pariwisata Bali. Ancaman yang paling nyata adalah pariwisata akan anjlok dan bisa berdampak pada PHK massal.

"Kita berharap agar kondisi segera pulih. Sebab kalau tidak maka akan terjadi PHK di Bali. Dampaknya akan besar bagi ekonomi Bali," ujarnya.

baca juga: Orangtua Desak Pemprov Jatim Segera Evakuasi Mahasiswa di Wuhan

Pihaknya belum merinci berapa kerugian yang dialami selama pembatalan 10 ribu turis Tiongkok. Namun berdasarkan hitungan rata-rata, dari data statistik, rata-rata tamu Tiongkok menghabiskan seribu dolar per hari di Bali dengan lama tinggal antara 4 sampai 10 hari.

"Tinggal dihitung saja, tinggal dikalikan saja," ujarnya. Belum lagi dampak lain seperti pedagang souvenir, restoran, destinasi, pada pedagang lainnya. Semuanya berdampak," pungkasnya. (OL-3)

 

Baca Juga

Dok. Pribadi

MCMI Kepri Diharapkan Ikut Bantu Ekonomi Umat Di Masa Pandemi

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 00:03 WIB
"Saat ini kebutuhan rasa kebersamaan menjadi sangat penting terlebih negara kita bahkan seluruh dunia sedang dalam cobaan besar dengan...
Istimewa

Ahmad M Ali Donasikan 1.000 Masker untuk Gereja Kristen Sulteng

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 22:10 WIB
ANGGOTA Komisi III DPR RI Fraksi NasDem Ahmad M Ali menyalurkan bantuan seribu masker untuk dibagikan kepada seluruh Jamaat Gereja Kristen...
MI/Gabriel Langga

Menkop Teten Luncurkan Digitalisasi UMKM Kopdit Obor Mas

👤Gabriel Langga 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 21:12 WIB
Teten juga mengakui ada tiga problem dasar yang dialami oleh pelaku UMKM yang ketika memasukan produknya di market...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya