Kamis 30 Januari 2020, 11:30 WIB

Parlemen Eropa Dukung Penuh Ketentuan Brexit

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Parlemen Eropa Dukung Penuh Ketentuan Brexit

AFP/Oli SCARFF
Perdana Menteri Boris Johnson

 

ANGGOTA Parlemen Eropa sangat mendukung syarat dan ketentuan perceraian Inggris dari Uni Eropa.

Parlemen Eropa akhirnya meratifikasi Perjanjian Brexit setelah pemungutan suara dengan hasil 621 suara mendukung dan hanya 49 menolak menyusul debat emosional di Brussels.

Setelah pemungutan suara, anggota parlemen menandai keluarnya Inggris dengan menyanyikan Auld Lang Syne.

Beberapa anggota parlemen Inggris mengatakan mereka berharap Inggris akan kembali suatu hari nanti meski Eurosceptics, termasuk Nigel Farage dari Partai Brexit, menggunakan pidato terakhir mereka untuk mengoyakkan Uni Eropa.

Inggris akan meninggalkan blok tersebut pada Jumat (31/1) pukul 23:00 waktu setempat.

Baca juga: Parlemen Eropa Ratifikasi Syarat Keluarnya Inggris

Ratifikasi perjanjian penarikan, yang disetujui Inggris dan Uni Eropa pada Oktober, sudah diprediksi setelah proses peyelesaikan tahap komite minggu lalu berlangsung mulus.

Menandatangani surat yang mengonfirmasi persetujuan UE, Presiden Parlemen Eropa David Sassoli mengatakan kedua belah pihak harus memerhatikan kata-kata almarhum anggota parlemen Partai Buruh Jo Cox bahwa ada lebih banyak hal yang mempersatukan ketimbang yang memecah belah.

"Kalian meninggalkan Uni Eropa, tetapi kalian akan selalu menjadi bagian dari Eropa. Sangat sulit untuk mengucapkan selamat tinggal. Itulah sebabnya, seperti kolega saya, saya akan mengatakan sampai jumpa lagi," ujarnya.

Juru bicara Parlemen Brexit Guy Verhofstadt mengatakan "sedih melihat negara yang telah dua kali memberikan darahnya untuk membebaskan Eropa".

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyebut ratifikasi kesepakatan penarikan itu adalah hanya langkah pertama menuju kemitraan baru antara Uni Eropa dan Inggris.

Kedua pihak, kita dia, akan saling menguatkan dalam menangani bidang-bidang seperti perubahan iklim dan membangun kemitraan dekat setelah keluarnya Inggris pada Jumat (31/1).

"Kami akan selalu mencintaimu dan kami tidak akan menjauh," ujarnya kepada Inggris sebagai penutup.

Negosiator Brexit Uni Eropa Michel Barnier juga mengharapkan yang terbaik untuk Inggris.

Menurutya, blok akan melakukan pembicaraan tentang hubungan masa depan dengan kesabaran dan objektivitas sambil membela kepentingan anggota. (BBC/OL-1)

Baca Juga

AFP

Korsel Batasi Jumlah Siswa Sekolah

👤MI 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 03:10 WIB
KOREA Selatan kemarin membatasi jumlah siswa yang bersekolah di sekitar ibu kota Seoul menyusul munculnya kembali kasus...
AFP

Barat Kecam UU Keamanan Hong Kong

👤MI 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 02:55 WIB
AMERIKA Serikat, Inggris, Australia, dan Kanada kemarin mengecam Undang-Undang Keamanan Nasional Hong Kong yang baru...
AFP

Media Sosial Jadi Sasaran Presiden Trump

👤Nur Aivanni 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 02:35 WIB
PRESIDEN Amerika Serikat, Donald Trump, akhirnya menandatangani perintah eksekutif yang bertujuan untuk...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya