Kamis 30 Januari 2020, 08:30 WIB

Kemenkes Pastikan Stok Masker Memadai

Siti Yona Hukmana | Humaniora
Kemenkes Pastikan Stok Masker Memadai

AFP/PERDIANSYAH
Petugas kesehatan membagikan masker kepada warga di Pelabuhan Panjang, Lampung untuk mengantisipasi penyebaran virus korona asal Tiongkok

 

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) memastikan stok masker jenis N95 cukup. Masker ini dibutuhkan untuk mengantisipasi terpapar virus korona.

"Pemerintah memastikan barangnya ada dan harga terjangkau untuk masker atau alat pelindung diri (APD)," kata Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Anung Sugihantono, Kamis (30/1).

Sebelumnya, pemerintah diminta menyetok masker mengantisipasi masuknya virus korona tipe Novel Coronavirus (2019-nCoV) ke Indonesia. Negara produsen masker mulai menyetop ekspor karena semakin bertambahnya jumlah korban dan meluasnya negara terpapar virus korona.

"Taiwan sudah melarang ekspor masker ke luar negeri karena jika terjadi wabah tidak semudah itu kebutuhan terpenuhi. Produksi bisa tidak memenuhi kebutuhan," kata Konsultan Medis Media Group dr. Chairudin, Rabu (29/1).

Baca juga: Kemenkes Siap Revisi UU Wabah

Kasus korona sudah menyusup ke negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand. Jika tidak dicegah dan diantisipasi, tidak tertutup kemungkinan wabah itu masuk ke Tanah Air.

Ia mengapresiasi sikap pemerintah yang telah memasang pemindai suhu tubuh manusia (thermal scanner) di bandara atau pelabuhan pintu masuk Indonesia. Namun, antisipasi tersebut dinilai tidak cukup.

"Disiapkan juga desinfektan bagi penumpang dan kru pesawat yang tiba dari area terdampak virus korona," ujar dia.

Chairudin menyebut virus korona mudah menular dari manusia ke manusia. Virus bisa menyebar sebelum timbul gejala dengan masa inkubasi 1 sampai 14 hari. Dia menilai warga Indonesia yang ada di wilayah Wuhan dan sekitarnya harus segera dievakuasi.

"Berbagai negara berusaha mengevakuasi warganya dari daerah terdampak terutama Wuhan. Bertahan di Wuhan tentu risiko terkena lebih besar," ujar dia.

Jumlah kematian akibat virus korona tipe Novel Coronavirus (2019-nCoV) di Tiongkok bertambah menjadi 131 orang per Rabu (29/1). Sementara total infeksi yang terkonfirmasi di seantero Negeri Tirai Bambu melampaui 5.300 kasus.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengirimkan sepuluh ribu masker N95 ke Wuhan, Hubei, dan sekitarnya. Masker diutamakan untuk warga negara Indonesia (WNI) guna mengantisipasi penyebaran virus korona. Jumlah WNI di Wuhan mencapai 100 orang dan 243 orang di Provinsi Hubei. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More