Kamis 30 Januari 2020, 06:50 WIB

Ratusan Pasien Korona Sembuh

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Ratusan Pasien Korona Sembuh

AFP/Philip FONG
Seorang petugas kesehatan sedang berdiri memakai pakaian pelindung agar tidak tertular Virus Korona.

 

SEORANG pasien pertama yang positif terpapar virus korona dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan intensif di sebuah rumah sakit di Kota Wuhan, Tiongkok.

Pria 23 tahun bernama Huang itu datang ke RS dengan keluhan sakit kepala, demam, dan lemah. Dia divonis terinfeksi virus korona setelah tidak kunjung pulih dari gejala yang menyerupai flu tersebut.

Selain Huang, hingga tadi malam, pasien korona yang sembuh di Wuhan dan sekitarnya sudah mencapai 110 orang (lihat grafik).

"Saya demam pada 28 Desember 2019 dan 2 Januari 2020. Saya periksa ke RS Union lalu dipindah ke RS Jinyintan, tempat perawatan pasien virus korona. Saya tidak bisa menggerakkan tubuh dan harus menghirup oksigen terus-menerus. Kesembuhan saya yang cepat dibantu oleh usia yang masih muda dan perawatan cermat. Saya orang pertama yang pulih," kata Huang dalam wawancaranya dengan outlet berita Tiongkok, Pear, seperti dikutip Daily Mail, Selasa (28/1).

Kesembuhan mereka bergema ke seluruh kota dan membuat warga Wuhan saling menyemangati di tengah meruyaknya wabah mematikan itu. Sebagaimana pengakuan Ayu Larasati, mahasiswa Indonesia melalui akun Instagram @ayulrast.

"Masya Allah, terharu sekali malam ini. Tepat pukul 21.15 ga sengaja buka jendela, banyak banget teriakan dari warga Wuhan yang bilang Wuhan jiayou yang artinya 'Semangat Wuhan!' Seketika merinding campur haru."

Menurut Ayu, sekitar 90 mahasiswa Indonesia di Wuhan dalam keadaan sehat. Dia mengharapkan doa dari masyarakat di Tanah Air.

Mahasiswa Indonesia lain, Gerard Ertandy, juga bercerita kepada Metro TV tadi malam. "Kami di sini sehat. Kami pun tahu rencana pemerintah melakukan evakuasi. Namun, itu tidak mudah. Kami menjadi optimistis ketika beredar berita penduduk Wuhan berteriak saling menyemangati. Intinya kami tetap menjaga kebersihan dan memakai masker."

Spesialis penyakit dalam dari RSCM, Adityo Susilo, menyatakan penyebaran virus korona memang cepat, tetapi jumlah kasus kematiannya tidak setinggi SARS (2002-2003 menewaskan 777 orang) apalagi MERS (2012-2013 menewaskan 858 orang). "Penting sekali dipahami. Mungkin dia bikin sakit, tetapi untuk membuat pasien meninggal ternyata tidak setinggi SARS dan MERS. Bukan berarti kita cuek. Kita tetap waspada."

Senada dengan pernyataan Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Amin Subandriyo. "Sebanyak 80% orang terinfeksi SARS meninggal. Sekitar 30%-40% orang terpapar MERS juga meninggal. Dari situ kita bisa melihat virus korona tidak seganas SARS dan MERS. Sebagian besar yang meninggal berusia di atas 40 tahun dan memiliki penyakit lain."

Sumber: AFC/gisanddata.maps.arcgis.com

 

Suplai logistik

Kemarin, Menkes Terawan Agus Putranto menegaskan penanganan WNI di Wuhan menjadi tanggung jawab otoritas setempat. "WNI berjumlah 243 orang sehat sampai detik ini. Padahal, mereka di tengah-tengah virus."

Menlu RI Retno Marsudi membuka opsi evakuasi WNI di Wuhan. "Namun, karena Tiongkok menutup wilayah, evakuasi perlu dibahas dengan Tiongkok dan tidak bisa langsung dilakukan."

KBRI di Beijing tidak berhenti menyuplai logistik, obat-obatan, dan mengupayakan evakuasi WNI. Menurut KBRI, kini terdapat 243 WNI di Wuhan dan sekitarnya. "Kondisi mereka baik. Semua kebutuhan terpenuhi," demikian pernyataan Kemenlu RI, kemarin.

Sementara itu, TNI-AU menyiapkan tiga pesawat untuk mengevakuasi WNI dari Wuhan dan sekitarnya. Selain tiga pesawat, TNI-AU juga menyiapkan petugas medis ketika evakuasi terlaksana. (Tim/X-3)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More