Rabu 29 Januari 2020, 22:05 WIB

Gapmmi Khawatir Stok Gula Habis Jelang Puasa

M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
Gapmmi Khawatir Stok Gula Habis Jelang Puasa

ANTARA
Warga antre membeli gula pasir saat digelar pasar murah Kg di Surabaya, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.

 

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi), Adhi S. Lukman mengungkapkan pihaknya khawatir terkait kondisi stok gula yang makin menipis menjelang bulan puasa.

"Industri makanan dan minuman mendapat info dari AGRI bahwa sementara sebagian sudah stop supply," kata Adhi saat dibubungi, Rabu (29/1).

Padahal, lanjutnya, sisa stok gula biasa yang ada hanya dapat mencukupi hingga dua minggu ke depan. Apabila tidak ada suplai gula, Adhi cemas industri mamin akan terdampak untuk berhenti produksi.

"Padahal sekarang persiapan menjelang Ramadan. Dikhawatirkan (akan) pengaruh kepada ketersediaan," tuturnya.

Seharusnya, kata Adhi, Kementerian Perdagangan segera mengeluarkan izin impor gula menyusul rekomendasi dari Kementerian Perindustrian terkait hal itu.

"Saya lupa tepatnya (kapan rekomendasi Kemenperin keluar). Harusnya akhir tahun lalu (izin impor keluar). Karena rekomendasi Kemenperin sudah keluar lama, sebaiknya Mendag segera mengeluarkan izin impor," kata Adhi.

Diketahui, Kemendag hingga kini belum mengeluarkan persetujuan impor gula kristal mentah (sugar raw). Padahal, Gappmi telah memberikan surat kepada Kemendag pada tengah bulan Januari.

Dalam surat yang berasal dari Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (AGRI) dan ditembuskan kepada Gapmmi itu, disebutkan pada April 2020 akan terjadi peningkatan kebutuhan Gula Kristal Rafinasi (GKR) sebagai stok bahan baku industri makanan dan minuman.

Sedangkan stok sugar raw juga disebut telah menipis dan sebagian telah habis. Oleh karenanya Gapmmi mengharapkan agar Kemendag mau menerbitkan izin impor gula.

Sebab bila stok AGRI terhenti, maka akan berdampak langsung pada industri makanan dan minuman. (E-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More