Kamis 30 Januari 2020, 03:10 WIB

Meninggalkan Kerja Kantoran

(AT/M-4) | Humaniora
Meninggalkan Kerja Kantoran

Ardi
Dokumentasi Sarita Ibnoe

 

SEKITAR tahun 2016, Sarita Ibnoe memutuskan diri untuk keluar dari pekerjaannya sebagai desainer grafis pada sebuah perusahaan. Ia memutuskan fokus untuk membesarkan usaha rintisannya, Petang Hari.

Sarita mengatakan, keputusannya tersebut sudah dipikirkannya secara matang. Ia memiliki sebuah merek bernama Petang Hari yang harus dihidupi yang sesuai dengan passion-nya.

"Saat itu, aku berpikir, kalau mau diterusin ya harus fokus dan ngerjain Petang Hari secara full time," kata dia.

Saat itu, Sarita paham konsekuensinya. Apalagi, sebelum memutuskan keluar dari perusahaan, ia sudah beberapa kali berpindah pekerjaan, termasuk menjadi desainer paruh waktu (freelance).

"Sekarang (saat keluar dari pekerjaan) sudah ada pegangan. Aku sudah ada Petang Hari. Ada fokus. Ada yang mau dibesarin," kata dia.

Setelah memutuskan keluar dari pekerjaannya, ia kemudian memilih Yogyakarta, tepatnya di Kasihan, Bantul, sebagai tempat domisilinya. Di tempat yang juga dikenal sebagai kampung para seniman inilah, Sarita fokus dalam mengembangkan bisnis Petang Hari dan berkesenian.

Menurut dia, ada beberapa alasan ia memilih Yogyakarta sebagai tempat domisilinya sekarang. Pertama, membutuhkan ruang sendiri untuk berkreativitas dan itu bisa didapatkannya di Yogyakarta.

Kedua, Sarita memang sudah lama tertarik dengan suasana berkesenian di kota kelahirannya. "Sebelumnya pun aku sering ke Yogyakarta untuk melihat pameran seni dan bertemu orang di Yogyakarta," kata dia.

Ia sering membeli benang tenun di Yogyakarta, selain Bandung. Ia juga ada penjahit di Yogyakarta yang biasa mengerjakan produk Petang Hari.

Walau berdomisili di Yogyakarta, Sarita masih sering bolak-balik Yogyakarta-Jakarta karena penjahit ada di sana dan event-event juga banyak (yang diikuti) di Ibu Kota. (AT/M-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More