Rabu 29 Januari 2020, 21:15 WIB

Parlemen Eropa hampir Pasti Setujui Brexit

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Parlemen Eropa hampir Pasti Setujui Brexit

AFP/DANIEL LEAL-OLIVAS
Sejumlah demonstran anti-Brexit berunjuk rasa di luar Gedung Parlemen di London, Inggris, Rabu (29/1).

 

PARLEMEN Eropa dperkirakan akan menyetujui ketentuan perceraian Inggris dari Uni Eropa (Brexit) dalam sesi pemungutan suara bersejarah, Rabu (29/1) waktu setempat.

Sebanyak 751 perwakilan akan memperdebatkan Perjanjian Penarikan Brexit di Brussels sebelumnya. Mereka diyakini akan memberikan dukungan mereka pada perjanjian Inggris-Uni Eropa.

Baca juga: Johnson dan Corbyn Berdebat Sengit Soal Brexit

Sesi lainnya disebut akan diisi dengan penampilan pidato-pidato perpisahan dan pertunjukan musik.

Momen itu sekaligus akan menandai tahap akhir dari proses ratifikasi, menjelang hengkangnya Inggris pada pukul 23:00 GMT pada 31 Januari.

Inggris berpartisipasi dalam pertemuan terakhirnya sebagai anggota UE pada Selasa lalu ketika Menteri Kantor Luar Negeri Chris Pincher menghadiri Dewan Urusan Umum.

Persetujuan Parlemen Eropa adalah rintangan terakhir yang harus diselesaikan bagi Brexit untuk terus bergerak maju.

Namun, sesi hari Rabu sebagian besar akan bersifat simbolis. Hasil pemungutan suara tidak diragukan setelah Perjanjian Penarikan ditandatangani oleh komite parlemen utama minggu lalu.

Proses tersebut akan menjadi momen bagi mereka yang berada di kedua sisi yang bersebrangan mengenai Brexit beberapa tahun terakhir, termasuk 73 anggota parlemen Inggris, untuk merayakan atau meratapi akhir keanggotaan Inggris di UE setelah 47 tahun.

Perdebatan perjanjian Oktober, yang mencakup antara lain jaminan atas hak warga negara Uni Eropa yang tinggal di Inggris dan ekspat Inggris di benua itu, akan dibuka oleh juru bicara Parlemen Brexit, Guy Verhofstadt.

Verhofstadt, mantan perdana menteri Belgia, telah menjadi salah satu kritikus paling kuat Brexit. Tetapi minggu lalu ia memberikan penghormatan kepada anggota parlemen Inggris, mengatakan, “Pengetahuan, energy, dan kecerdasan mereka akan dirindukan.”

Tokoh terkemuka lainnya yang diperkirakan akan berbicara termasuk pemimpin Partai Brexit Inggris Nigel Farage, yang telah berkampanye untuk kepergian Inggris sejak sebelum ia pertama kali terpilih ke Parlemen Brussels pada 1999.

Bendera Inggris yang berkibar di luar gedung parlemen akan diturunkan pada dini hari Sabtu pagi, sebelum dipajang di museum. (BBC/Hym/A-1)

Baca Juga

AFP

Korsel Batasi Jumlah Siswa Sekolah

👤MI 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 03:10 WIB
KOREA Selatan kemarin membatasi jumlah siswa yang bersekolah di sekitar ibu kota Seoul menyusul munculnya kembali kasus...
AFP

Barat Kecam UU Keamanan Hong Kong

👤MI 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 02:55 WIB
AMERIKA Serikat, Inggris, Australia, dan Kanada kemarin mengecam Undang-Undang Keamanan Nasional Hong Kong yang baru...
AFP

Media Sosial Jadi Sasaran Presiden Trump

👤Nur Aivanni 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 02:35 WIB
PRESIDEN Amerika Serikat, Donald Trump, akhirnya menandatangani perintah eksekutif yang bertujuan untuk...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya