Kamis 30 Januari 2020, 02:55 WIB

Jolene Marie Rotinsulu Kampanye Kurangi Sampah Plastik

Bagus Pradana | Hiburan
Jolene Marie Rotinsulu Kampanye Kurangi Sampah Plastik

MI/Sumaryanto Bronto
Puteri Indonesia Lingkungan 2019, Jolene Marie Rotinsulu

 

PUTERI  Indonesia Lingkungan 2019, Jolene Marie Rotinsulu, 23, mengajak anak muda di Indonesia untuk mengurangi konsumsi plastik sekali pakai. Gadis berdarah Manado-Amerika ini membagikan pengalamannya memulai gerakan Reducing Single Use Plastics dalam acara talk show Zero Waste Lifestyle yang diselenggarakan dalam peringatan acara HUT ke-50 Media Indonesia di Jakarta Barat, Rabu (29/1) kemarin.

Gerakan untuk mengurangi sampah plastik ini ia inisiasi atas dasar keprihatinan terhadap pencemaran sampah plastik yang masif terjadi di Indonesia.

"Ketika saya start menjabat sebagai Puteri Indonesia Lingkungan, saya memulai sebuah gerakan yang namanya Reducing Single Use Plastics. Gerakan ini merupakan bentuk keprihatinan saya karena Indonesia itu menjadi penyumbang limbah sampah plastik terbesar kedua di dunia setelah Tiongkok," terang pemenang ajang Miss Celebrity 2011 tersebut.

"Dari keprihatinan itu, saya mulai mengampanyekan gerakan ini khususnya kepada generasi muda Indonesia yang saya sebut generasi hijau atau green generation. Saya bagi-bagikan tumbler ke sekolah-sekolah ke tempat-tempat sosial. Dari situlah gerakan itu dimulai sampai hari ini," tambah penggemar traveling tersebut.

Gadis kelahiran Santa Ana, California, itu juga mengungkapkan keinginannya untuk melanjutkan gerakan tersebut dengan kerangka konsep fundraising yang lebih matang lagi.

"Ternyata tanggapan masyarakat cukup baik, dan saya sering dapat pertanyaan, 'Kak, di mana saya bisa dapat tumbler-nya?'. Jadi saya kepikiran ide untuk mencetak ulang tumbler ini. Tentunya berbayar, tapi semua profit yang didapatkan dari hasil penjualan tumbler ini sendiri akan saya gunakan untuk kegiatan lingkungan, jadi dikembalikan ke alam lagi," ungkap Jolene.

Menurut Jolene, kegiatan kampanye peduli lingkungan beragam, salah satunya ialah tanam mangrove. "Saya pernah ke Bawean, ada gerakan tanam mangrove untuk menahan abrasi. Waktu itu, di daerah tersebut terjadi abrasi yang cukup parah. Rencananya, kegiatan itu akan kami lanjutkan. Saya sih masih terbuka untuk saran kegiatan, misalnya bersih-bersih sampah plastik di laut," imbuh anggota organisasi komite Indonesia Pesta Olahraga Difabel Asia 2018 tersebut.

 

Edukasi

Selain bercerita tentang rutinitasnya mengampanyekan gaya hidup ramah lingkungan di berbagai forum nasional dan internasional, Jolene ternyata juga sedang sibuk mengembangkan sebuah aplikasi smartphone. Aplikasi tersebut ia tujukan sebagai media edukasi tentang pentingnya menerapkan Zero Waste Lifestyle kepada masyarakat Indonesia.

"Aplikasinya masih rahasia," ujar Jolene sambil tertawa. "Pastinya masih tentang isu lingkungan. Harapan saya, aplikasi itu bisa membantu mengurangi konsumsi plastik di masyarakat. Semoga dapat membantu kita untuk lebih bijak dalam reduce, reuse, dan recycle sampah plastik. Semoga tahun ini udah bisa launching," lanjutnya.

Ia menambahkan, saat ini hampir semua orang menggunakan smartphone. Jika satu rumah ada satu orang yang mengunduh aplikasi tersebut, menurutnya sudah akan sangat membantu pengurangan pemakaian plastik.

"Semoga mendapat dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia, mudah-mudahan dapat diterima dengan baik dan dapat membantu dari sisi pelestarian lingkungan itu sendiri karena itu tujuan utamanya," pungkasnya. (H-3)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More