Rabu 29 Januari 2020, 20:24 WIB

Prostitusi Anak Terungkap, Apartemen Kalibata akan Diawasi Ketat

Tri Subarkah | Megapolitan
Prostitusi Anak Terungkap, Apartemen Kalibata akan Diawasi Ketat

Antara/Yudhi Mahatma
Apartemen Kalibata City

 

KEPOLISIAN Resor Jakarta Selatan akan mengambil langkah tegas pascaterungkapnya prostitusi anak di Apartemen Kalibata City.

Kapolres Metro Jaksel Kombes Bastoni Purnomo mengatakan akan bekerja sama dengan pengelola apartemen maupun pihak Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan.

"Tentunya nanti kita akan kerja sama dengan pihak pengelola juga dengan Wali Kota Jakarta Selatan," kata Bastoni di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Rabu (29/1).

Selain itu, pihaknya juga akan menggandeng Satun Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk melakukan pengawasan seperti razia maupun pengecekan kamar-kamar di apartemen tersebut.

"Mungkin nanti bagaimana tindak lanjutnya ketika kalau kejadian ini berulang-ulang lagi, apa kita sanksi untuk pengelola atau pemilik apartemen sehingga Apartemen Kalibata City atau kamar-kamarnya itu tidak disalahgunakan," ujar Bastoni.

Baca juga : Polisi Bongkar Prostitusi Anak di Apartemen Kalibata

Bastoni memastikan pihaknya akan memeriksa pengelola apartemen. Apabila mengetahui, lanjut Bastoni, pihak pengelola akan dikenai pidana karena turut membantu menyediakan tempat.

"Ya nanti kita periksa, kita tanya apa mengetahui kegiatan ini atau tidak," ujar Bastoni.

Diketahui, para pelaku menyewa kamar apartemen Kalibata City sebesar Rp350 ribu per hari.

Polres Metro Jakarta Selatan sebelumnya berhasil mengungkap praktik prostitusi melalui aplikasi Michat di Apartemen Kalibata. Ketiga korban yang masih di bawah umur masing-masing berinisial JO, 15, AS, 17, dan NA, 15.

Selain sebagai korban, AS dan NA juga ditetapkan sebagai tersangka karena melakukan penganiayaan terhadap JO. Adapun para pelaku lain yang menjual korban yakni MTG, 16, ZMR, 16, JF, 29, dan NF, 19. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More