Rabu 29 Januari 2020, 19:55 WIB

Polda Riau Tangkap 21 Tersangka Pembakar Hutan

Rudi Kurniawansyah | Nusantara
Polda Riau Tangkap 21 Tersangka Pembakar Hutan

ANTARA
Polda Riau saat ini menangani 21 tersangka kasus karhutla.

 

POLDA Riau sejak awal Januari hingga kini telah menangkap 21 tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Puluhan tersangka itu saat ini sudah mendekam di tahanan sejumlah Polres di Riau guna kepentingan penyidikan.

"Kami saat ini menangani 16 laporan polisi kasus Karthutla dengan tersangka sebanyak 21 orang," kata Kabid Humas Polda Riau Komisaris Besar (Kombes) Sunarto di Pekanbaru, Rabu (29/1).

Sunarto menjelaskan, total luas lahan yang terbakar akibat perbuatan para tersangka Karhutla mencapai 108,082 hektare. Puluhan tersangka perorangan yang sedang dalam proses hukum itu tersebar pada sejumlah Polres di Riau.

"Luas karhutla yang terbesar mencapai 91,03 hektare terdapat di Bengkalis. Saat ini Polres setempat menangani sebanyak 6 kasus dengan 5 tersangka," jelas Sunarto.

Sunarto mengungkapkan, selain Bengkalis, Polres Siak telah menangani 2 kasus dengan 3 tersangka dengan luas karhutla sekitar 2,5 hektare. Selanjutnya, Polres Indragiri Hilir terdapat 1 kasus dengan 1 tersangka dengan luas lahan dibakar seluas 4 hektare. Polres Rokan Hilir terdapat 1 kasus dan 2 tersangka dengan luas lahan terbakar sekitar 1 hektare.

baca juga: BPK Sulsel Temukan Beberapa Laporan OPD Bermasalah

Kemudian Polres Indragiri Hulu dengan 1 kasus dan 3 tersangka yang luas lahan dibakar mencapai 3,5 hektare. Lalu, Polres Dumai, Polres Meranti, dan Polresta Pekanbaru sama-sama menangani 2 kasus dengan 2 tersangka dengan luas karhutla masing-masing sekitar 5 hektare, 0,0375 hektare, dan 1,015 hektare.

"Sampai kini belum ada tersangka perusahaan yang ditangani secara khusus oleh Ditreskrimsus (Direktorat Reserse Kriminal Khusus) Polda Riau," ujarnya.(OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More