Kamis 30 Januari 2020, 01:15 WIB

Dunia Kecam Rencana Perdamaian Trump

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Dunia Kecam Rencana Perdamaian Trump

AFP
Presiden Amerika Serikat Donald Trump

 

PRESIDEN Amerika Srikat (AS) Donald Trump merilis rencana perdamaian Israel-Palestina yang telah lama tertunda, Selasa (28/1). Ia menjanjikan ‘fajar baru’, tetapi warga Palestina yang marah menyebut proposal itu bias dan pantas dibuang ke ‘tempat sampah sejarah’.

“Visi saya menghadirkan solusi yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak,” kata Trump, seraya menambahkan, “Para pemimpin Israel mengatakan mereka akan mendukung proposal tersebut.”

Proposal yang disebut sebagai ‘Kesepakatan Abad Ini’ tersebut dikecam beberapa pihak sebagai proposal agresif dan berat sebelah. Sementara yang lain mengatakan inisiatif itu dapat membuktikan langkah maju yang positif. Pejabat Iran menolak proposal perdamaian itu sebagai ‘rencana pembebanan dan sanksi’.

Hesameddin Ashena, penasihat Presiden Iran Hassan Rouhani, mengatakan, “Ini merupakan kesepakatan antara rezim Zionis (Israel) dan AS. Interaksi dengan Palestina tidak ada dalam agendanya. Ini bukan rencana perdamaian, melainkan rencana pemaksaan dan sanksi.”

Tetangga Israel, Yordania, memperingatkan setiap langkah yang bertujuan untuk menganeksasi tanah Palestina. Menteri Luar Negeri Ayman Safadi menyebut konsekuensi berbahaya dari tindakan sepihak Israel untuk memaksakan realitas baru di lapangan.

“Pembentukan negara Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya berdasarkan solusi dua negara merupakan satu-satunya jalan menuju perdamaian yang komprehensif dan abadi,” kata Safadi.

Dari Ramallah, Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan ‘seribu tidak’ untuk rencana itu. “Setelah omong kosong yang kami dengar hari ini, kami mengatakan seribu tidak untuk Kesepakatan Abad Ini,” kata Abbas di Kota Tepi Barat, tempat Otoritas Palestina bermarkas.

Dia mengatakan Palestina tetap berkomitmen untuk mengakhiri pendudukan Israel dan mendirikan negara dengan ibu kotanya di Yerusalem Timur. “Kami tidak akan bertekuk lutut dan kami tidak akan menyerah,” kata Abbas.


Hargai upaya AS

Adapun Mesir mendesak Israel dan Palestina untuk mempelajari dengan cermat proposal tersebut. Kairo, yang bersama dengan Yordania merupakan negara Arab yang berdamai dengan Israel, mengatakan Mesir menghargai upaya pemerintah AS untuk mencoba menyelesaikan konflik yang telah berlangsung puluhan tahun tersebut.

Wakil Ketua Partai Keadilan dan Pembangunan Turki (AKP) yang berkuasa, Numan Kurtulmus, juga mengecam pernyataan Trump tentang Yerusalem.

“Tidak, Trump! Yerusalem adalah ibu kota negara Palestina dan jantung dunia Islam!”

Sementara itu, juru bicara Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan rencana itu bisa menjadi langkah positif. “Kedua pemimpin (Johnson dan Trump) membahas proposal perdamaian antara Israel dan Palestina di AS, yang dapat membuktikan langkah positif ke depan,” kata juru bicara.

Adapun Sekjen PBB Antonio Guterres, menurut juru bicaranya, Stephane Dujarric, mengatakan PBB mendukung dua negara yang hidup berdampingan dalam perdamaian dan keamanan di dalam perbatasan yang diakui, berdasarkan perbatasan pra-1967.

“PBB tetap berkomitmen untuk mendukung warga Palestina dan Israel untuk menyelesaikan konflik berdasarkan resolusi PBB, hukum internasional, dan perjanjian bilateral dan mewujudkan visi dua Negara Israel dan Palestina yang hidup berdampingan secara damai dan aman di dalam wilayah yang diakui berdasarkan garis perbatasan pra-1967,” ujar Guterres. (AFP/Al Jazeera/I-1)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More