Rabu 29 Januari 2020, 18:57 WIB

Hoaks Virus Korona Menyebar di Tanah Air

Henri Siagian | Humaniora
Hoaks Virus Korona Menyebar di Tanah Air

Antara
Petugas Lombok International Airport (LIA) mengoperasikan alat deteksi suhu tubuh di Praya, Lombok Tengah, NTB, Minggu (26/1/2020).

 

TIDAK butuh waktu lama bagi virus pneumonia yang ditemukan pertama kali di Wuhan, Tiongkok, untuk mengglobal.

Virus yang bernama korona tipe baru (2019-novel corona virus/nCoV) dikabarkan telah menyebar ke sejumlah kota dan provinsi di Tiongkok serta ke negara lain.

Baca juga: KBRI Beijing Siapkan Bantuan Bagi WNI di Wuhan & Proses Evakuasi

Seiring dengan penyebaran virus, tidak kalah cepat adalah tersebarnya berita hoaks ataupun disinformasi seputar virus tersebut di Tanah Air, seperti dilansir dari keterangan resmi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

Baca juga: Cegah Virus Korona, Bupati Klungkung Tingkatkan Kewaspadaan

HOAKS:

1. Pasien Terjangkit Virus Korona di RSUD Tarakan

Beredar melalui WhatsApp foto petugas medis dan seorang pasien di RSUD Tarakan, Kalimantan Utara, yang dinarasikan sebagai penderita virus korona. Foto-foto yang beredar itu sempat meresahkan masyarakat Kaltara.

Faktanya, foto yang sudah tersebar yang memperlihatkan tiga orang petugas medis tengah menggunakan alat pelindung diri (APD) dan seorang pasien yang terjangkit virus korona hanyalah candaan petugas medis. Ketiganya bercanda soal penanganan pasien terinfeksi virus korona. Hasil pemeriksaan terhadap pasien yang masuk RSUD Tarakan ternyata negatif korona 3 Perawat RSUD Tarakan Disanksi karena Candaan Virus Corona .

2. Virus Corona Masuk Palembang

Beredar pesan berantai di WhatsApp yang berisi keterangan dari Kepala Dinas Kesehatan Palembang dr Hj Letizia, M.Kes Dan Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit dr Hj Fauziah, M.Kes, mengimbau bagi seluruh warga Palembang bahwa virus korona sudah memasuki beberapa daerah di Kota Palembang.

Baca juga: Ini Cerita Pasien yang Sembuh dari Virus Korona

Faktanya, hal tersebut telah diklarifikasi langsung oleh Letizia bahwa pesan tersebut adalah hoaks. Virus Corona Menyebar Hingga ke Palembang, Kadinkes Pastikan Informasi yang Tersebar Hoaks

Dia menekankan kepada warga supaya lebih bijak dalam menyampaikan informasi. Karena hal ini akan membuat kisruh masyarakat Palembang, apa lagi virus korona sedang melanda di beberapa negara.

3. Penderita Korona Dirawat di RS Hasan Sadikin

Beredar informasi di media sosial Twitter yang menyebutkan di RSHS Bandung sudah ada seorang yang terkena virus korona.

Faktanya, menurut Staf Khusus Presiden bidang Sosial Angkie Yudistia yang mengatakan dua pasien yang diduga terpapar virus korona di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung itu hoaks. Direktur Utama RSHS Jawa Barat Nina Susana Dewi juga  mengatakan agar masyarakat tidak resah dan gelisah terhadap dugaan dua pasien yang terpapar virus korona. Ia menegaskan jika informasi di luar yang menyebutkan adanya pasien positif terkena virus korona itu hoaks. Dirut Hasan Sadikin: Isu Pasien Positif Corona adalah Hoaks

4. Bayi 7 Bulan di Surabaya Terjangkit Korona

Beredar informasi di media sosial yang menyebutkan adanya pasien berumur 7 bulan meninggal karena terserang virus korona di RSUD DR Soetomo Surabaya.

Faktanya, informasi tersebut dibantah oleh RSUD Dr. Soetomo melalui akun Twitter @rsudrsoetomo https://twitter.com/rsudrsoetomo/status/1221619811026751489
yang menegaskan sampai saat ini di RSUD Dr Soetomo belum ada pasien yang menunjukkan diagnosa sebagai infeksi dari Virus korona. Pihaknya juga menghimbau kepada masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.


5. Bawang Putih Sembuhkan Korona

Beredar sebuah informasi di media sosial berupa tata cara pengolahan bawang putih yang diklaim dapat menyembuhkan korban yang terinfeksi virus korona.

Pesan yang beredar pun cukup beragam, antara lain sebagai berikut: "Ini bawang putih yg besar ambil 8 biji, dikupas kulitnya ditaruh mangkok di tuang 7 gelas air mendidih selama 3 menit setelah itu di minum langsung 2 gelas, ternyata pasien yang kena Virus korona sembuh di hari kedua/setelah malam minum air bawang putih ini!!!!!"

Berdasarkan penelusuran, kabar tentang bawang putih dapat menyembuhkan infeksi penyakit akibat virus korona, juga tersebar di Tiongkok.

Hanya saja sampai saat ini, belum terdapat bukti sahih tentang rebusan bawang putih dapat menyembukan penyakit akibat virus korona.

Lembaga Kesehatan Publik Amerika Serikat (Center for Disease Control and Prevention/CDC) mengatakan belum terdapat antivirus spesifik yang direkomendasikan untuk mengobati infeksi nCoV.

CDC mengimbau agar orang yang terinfeksi nCoV dapat menerima perawatan untuk membantu meringankan gejala. Anggota masyarakat yang merasa terpapar 2019-nCoV harus segera menghubungi layanan kesehatan.Untuk kasus yang parah, perawatan itu harus mencakup fungsi organ vital.

Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng Mohammad Faqih mengatakan virus korona dapat menular antarmanusia lewat batuk dan bersin hingga lewat makanan tercemar air liur orang yang terinfeksi virus tersebut, atau menyentuh langsung ke makanan yang dimakan orang terinfeksi virus itu.

Masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan perjalanan ke tempat-tempat yang terpapar penyakit itu.Upaya pencegahan lain adalah dengan menggunakan masker.

Selain itu, masyarakat juga harus selalu melakukan pola hidup bersih seperti mencuci tangan sebelum makan.

"Karena penularan virus itu bisa ke jaringan mukosa di badan, maka jangan gampang mengucek mata atau hidung pakai tangan. Dan kalau bisa, tangannya selalu bersih, misalnya mau kucek mata dan hidung, mau makan, maka tangan sebaiknya dibersihkan dulu," ujar Daeng Mohammad Faqih. (Antara)

7. Obati Korona dengan Minum Air Putih

Beredar pesan berantai di sosial media Whatsapp yang menyebutkan virus korona dapat dicegah dengan cara rutin minum air putih dan menjaga kelembapan tenggorokan. Pada narasi pesan berantai disebutkan bahwa informasi itu berasal dari Kementerian Kesehatan.

Dilansir dari Cek Fakta: Benarkah Jaga Tenggorokan Tetap Lembap Bisa Cegah Virus Corona? Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Anung Sugihantono mengatakan pesan tersebut bukan dikeluarkan oleh Kemenkes. "Tidak ada release dari Kemkes dengan narasi seperti itu," tegas Anung.

Setelah ditelusuri, pesan berantai serupa ditemukan dalam versi bahasa Inggris dan sudah dinyatakan hoaks oleh Kementerian Kesehatan Singapura.

 

DISINFORMASI:

1. Seorang Pasien Terpapar Virus korona di RS Siloam Jember

Berdasarkan pesan berantai di sosial media WhatsApp yang berisikan ada seorang pasien terpapar virus korona di RS Siloam Jember

Faktanya, dilansir dari RS Siloam Jember Bantah Rawat Pasien Virus Corona , Kepala Divisi Pengembangan Bisnis RS Siloam Jember, dr I Bayu Angga Dewa menjelaskan sempat terdapat pasien dengan ciri-ciri terpapar virus korona. Namun, setelah dilakukan perawatan, pasien tersebut tidak terbukti terpapar virus korona.

2. Pasien Virus Korona di RS Doris Sylvanus

Berdasarkan unggahan berisi foto seseorang yang nampak tertidur dan didorong petugas RS Doris Sylvanus dengan narasi pasien diduga terjangkit virus korona.

Dilansir dari RS Doris Sylvanus Isolasi Satu Pasien Terdeteksi Virus Corona, foto yang beredar merupakan foto simulasi penanganan pasien terindikasi virus korona sebagai upaya antisipasi atau simulasi kesiapan RSUD Doris dalam menghadapi virus korona di Kalimantan Tengah.

3. Mayat Korban Korona Bergelimpangan di Kota Wuhan

Dari pesan berantai di WhatsApp, sebuah foto mayat yang bergelimpangan di jalanan Kota Wuhan yang dinarasikan sebagai korban terjangkit virus korona dengan tambahan keterangan bahwa foto tersebut diambil dari satelit.

Faktanya, dilansir dari VOA Cambodia,, foto yang beredar adalah hoaks. Adapun foto tersebut diambil pada 25 Maret 2014 yang tengah melakukan aksi mengenang 528 korban pembantaian Nazi di Katzbach, Jerman.

4. Penderita Korona Meninggal Dunia di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta

Beredar sebuah pesan berantai di media sosial WhatsApp yang berisikan sebuah foto seorang penumpang meninggal di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta dengan narasi terkena virus korona.

Faktanya, dilansir dari Bandara Soetta Pastikan Penumpang yang Meninggal di Terminal 3 Bukan karena Corona, Senior Manager of Branch Communication & Legal Bandara Soekarno-Hatta PT Angkasa Pura II Febri Toga Simatupang membantah kalau foto yang beredar tersebut meninggal karena virus korona, Menurut Febri, penumpang yang meninggal tersebut karena gagal jantung, bukan karena virus korona ataupun penyakit menular.

 

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More