Rabu 29 Januari 2020, 18:13 WIB

Jiwasraya Mulai Bayar Utang di Bulan Maret

Putra Ananda | Ekonomi
Jiwasraya Mulai Bayar Utang di Bulan Maret

MI/MOHAMAD IRFAN
Menteri BUMN Erick Thohir (kanan) dan Dirut Jiwasraya Hexana Tri Sasongko (kiri) mengikuti rapat kerja Panja Jiwasraya di Komisi VI DPR RI

 

MENTERI Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menjelaskan bahwa PT Jiwasraya (Persero) akan mulai melunasi kewajibannya kepada pemilik polis atau nasabah di bulan Maret. Pelunasan utang Jiwasraya tersebut akan dilakukan secara bertahap.

"Insya Allah dari jajaran kementerian, tim Jiwasraya sesuai saran yang disampaikan kita akan berupaya selesaikan mulai pembayaran awal di akhir Maret, tapi kalau memang bisa lebih cepat kita coba lakukan," tutur Erick saat memenuhi panggilan Panitia Kerja (Panja) Jiwasraya Komisi VI di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (29/1).

Erick menjelaskan pertemuan antara dirinya dan segenap jajaran direksi Jiwasraya bersama Komisi VI DPR salah satunya untuk membicarakan mekanisme pembayaran kewajiban Jiwasraya. Jika konsep pembayaran yang telah disiapkan oleh kementerian dan direksi Jiwasraya disetujui oleh Panja, kata Erick, paling lambat akhir Maret Jiwasraya sudah mulai mencicil utangnya ke nasabah.

"Permasalahan Jiwasraya ini bukan permasalahan yang ringan, cukup panjang. Hal ini juga karena memang manajemen jiwasraya yang sebelumnya tidak kelola investasi dengan prinsip kehati-hatian. Ini jadi perhatian khusus kami agar bagaimana proses investasi dan penempatan saham harus diperketat," ujarnya.

Erik menuturkan, kondisi keuangan Jiwasraya saat ini sangat mengkhawatirkan. Total utang Jiwasraya mencapai Rp44 triliun. Sebanyak Rp16 triliun merupakan kewajiban pembayaran klaim atau polis, sedangkan Rp28 triliun sisanya merupakan kekurangan solvibilitas.

"Kami koordinasi dengan Kemenkeu, OJK untuk solusi terbaik dalam penyelematan ini. Dalam pembicaraan awal, kita jadi ingin ada pencairan di Maret," ujarnya.

Menurut Erick, salah satu penyebab besarnya utang Jiwasraya ialah karena manajemen Jiwasraya nenawarkan produk asuransi dengan bunga tinggi jauh daripada apa yang ada di pasar. Ke depan hal tersebut perlu dikaji ulang agar pengelolaan investasi tetap perlu mengedepankan unsur kesehatan keuangan perusahaan.

"Ini jadi hal penting ke depannya, perlu ada safety. Investasi tak hanya kejar dari sisi bunga, tapi tentu pensiun jangka panjang harus dioptimalkan, harus ada kepastian," ungkapnya.

Baca juga: 

Erik melanjutkan, sebagai langkah awal pemerintah akan segera membentuk holding asuransi sebagai jaminan atau solusi menyehatkan kembali kondisi keuangan Jiwasraya. 

Holding asuransi tersebut diharapkan dapat meningkatkan tata kelola asuransi yang baik. Terutama terkait pengelolaan investasi, perhitungan actuarial product, fungsi compliance dan risk management yang dinilai Erick saat ini diabaikan oleh Jiwasraya.

"Kami koordinasi juga dengan pihak kejagung untuk recovery aset. Saya rasa yang penting, dari Kejagung sudah bicara beberapa kali gimana ada harta-hartq yang disita seperti sertifikat tanah yang jumlahnya hampir 1400 sertifikat. Kita minta update supaya secara gambaran besar berapa b to b harus diselesaikan," ujarnya. (A-2)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More