Rabu 29 Januari 2020, 16:59 WIB

Kemlu Matangkan Proses Evakuasi WNI di Wuhan

Ferdian Ananda Majni | Internasional
Kemlu Matangkan Proses Evakuasi WNI di Wuhan

STR/AFP
Seorang perempuan yang sembuh dari infeksi virus korona, menerima rangkaian bunga setelah keluar dari rumah sakit di Bozhou, Provinsi Anhui.

 

KEMENTERIAN Luar Negeri (Kemlu) menyatakan jumlah Warga Negara Indonesia (WNI) di Provinsi Hubei, termasuk Kota Wuhan, mencapai 243 orang. Pihaknya bekerja sama dengan kementerian dan lembaga (K/L) terkait, untuk mematangkan proses rencana evakuasi WNI di wilayah terdampak virus korona.

"Semoga data yang kita jaring adalah data pada posisi terakhir. Memang tersebar, di Wuhan saja WNI ada 100 orang, lalu 143 orang lainnya tersebar,” ujar Plt Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Teuku Faizasyah, di ruang rapat Direktorat Pelindungan WNI dan BHI, Kemenlu, Rabu (29/1).

Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, dikatakannya secara khusus meminta Duta Besar RI untuk Tiongkok, Djauhari Oratmangun, agar berkomunikasi intensif dengan otoritas Tiongkok. Sehingga, dapat memfasilitasi proses evakuasi WNI di Provinsi Hubei.

Baca juga: Cara Ini Bisa Cegah Virus Korona

"Pesan yang sama juga disampaikan oleh Kedutaan Besar Tiongkok di Jakarta. Saya tambahkan memanfaatkan kesempatan serah terima masker, yang menjadi bagian dari proses. Tidak hanya terkait logistik, tapi juga bagian dari proses pematangan evakuasi," paparnya.

Pihaknya belum menemukan hambatan dalam proses evakuasi WNI di Tiongkok. Ditanya perihal izin dari Tiongkok untuk evakuasi, Faizasyah menekankan semua proses sedang berjalan. Tidak hanya di dalam negeri, namun juga memastikan keberadaan WNI yang tersebar Provinsi Hubei.

"Jarak wilayahnya cukup jauh. Ada WNI yang jarak mencapai 500 kilometer (km). Kita bicara satu luasan wilayah sangat besar dan butuh koordinasi. Tidak hanya di internal, namun di lapangan juga," imbuh Faizasyah.

Dia tak memungkiri pihaknya fokus memastikan kecukupan logistik untuk WNI di wilayah terdampak. Sekaligus mematangkan opsi evakuasi dengan melibatkan K/L terkait.

"Semua yang terkait dilibatkan. Memang sebaiknya tidak terlalu banyak orang yang masuk ke sana, untuk menghindari komplikasi medis," tutupnya.(OL-11)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More