Rabu 29 Januari 2020, 15:34 WIB

Menkominfo Kembali Ingatkan Stop Hoaks

Atikah Ishmah Winahyu | Politik dan Hukum
Menkominfo Kembali Ingatkan Stop Hoaks

MI/Susanto
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate,

 

MASYARAKAT perlu berhati-hati karena hampir di semua bidang seperti politik, hukum, hingga ekonomi telah dimasuki berita hoaks dan disinformasi.

Menurut Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate, perkembangan teknologi yang begitu pesat di era digital seperti sekarang membuat berita hoaks atau disinformasi dapat beredar luas dalam waktu yang singkat.

“Apalagi penyebaran hoaks jadi kebiasaan yang kadang-kadang tidak bertanggung jawab. Asal melihat judul, diforward. Hoaksnya cuma satu tapi karena forwardnya masif, masyarakat yang dijangkau jadi jutaan dan jutaanlah masyarakat yang diberikan informasi salah,” kata Johnny saat ditemui dalam acara workshop Penulisan Opini Melawan Hoaks di kantor Media Indonesia, Jakarta, Rabu (29/1).

Johnny menambahkan, sebagian besar penyebar hoaks tidak mengerti bahwa berita yang disebarkan merupakan informasi yang salah. Mereka hanya asal membagikan informasi yang didapat tanpa mencari tahu sumber informasi tersebut.

Menkominfo pun meminta masyarakat untuk memastikan kebenaran dan sumber berita/informasi yang didapatkan sebelum menyebarkannya kepada orang lain. Sebab, berita hoaks dapat merusak kepentingan ekonomi, politik, lingkungan, bahkan merusak bangsa.

Dalam mencegah penyebaran berita hoaks, pemerintah khususnya Kominfo telah menerapkan beberapa langkah. Pertama, yakni melakukan edukasi kepada masyarakat dengan menggandeng berbagai pihak seperti perguruan tinggi, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, hingga komunitas.

“Namun apabila hoaks tersebut berkembang, maka pemerintah/negara harus hadir. Kominfo akan melakukan verifikasi dan klarifikasi atas potensi hoaks dan disinformasi melalui cyber drone yang melakukan peringatan-peringatan agar komunikasi yang dilakukan itu dihentikan,” jelasnya.

Apabila tahapan tersebut telah dilakukan tetapi hoaks tetap muncul maka pemerintah akan melakukan langkah terakhir yaitu dengan memblokir situs tersebut.

“Kalau pemerintah melakukan blokir maka ketahuilah itu berarti sudah ada pelanggaran hukum di dalamnya. Dan di dalam Undang-Undang dan peraturan yang ada sudah diatur penalti/hukumannya baik pidana maupun perdata,” imbuhnya.

Menkominfo pun menegaskan kepada pihak-pihak yang sengaja menyebarkan hoax agar menghentikan kejahatan tersebut. Sebab Kominfo dapat melihat, mendengar, membaca, bahkan mengambil tindakan hukum atas kejahatan yang terjadi di dunia digital.

“Mari kita gunakan ruang digital kita secara bertanggung jawab melalui transfer informasi yang kebenarannya terjaga, yang baik adanya, dan bermanfaat bagi masyarakat. Kalau kita sama-sama punya komitmen, saya meyakini mengelolanya untuk kepentingan industri media bisa sama-sama kita lakukan dan dengan demikian kebebasan pers kita semakin tinggi kualitasnya,” tegasnya. (Ol-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More