Rabu 29 Januari 2020, 15:18 WIB

Tiongkok Buka Rumah Sakit Khusus Pasien Korona Virus di Huanggan

Deri Dahuri | Internasional
Tiongkok Buka Rumah Sakit Khusus Pasien Korona Virus di Huanggan

Xinhua/Antara
Pusat Medis Wilayah Gunung Dabie yang dibangun dalam dua hari di Huanggang, Tiongkok, dikhususkan merawat pasien virus korona.

 

RUMAH sakit pertama yang khusus merawat pasien korona virus di Huanggang, kota yang dekat dengan Kota Wuhan dibuka otoritas Tiongkok, pada Rabu (29/01/2020).

Sebelumnya para pekerja dan sukarelawan bekerja keras selama dua hari yang mengubah sebuah gedung kosong menjadi sebuah rumah sakit dengan fasilitas unit darurat dengan 1.000 tempat tidur.    

Untuk pertama kalinya pasien-pasien korona virus dipindahkan ke rumah sakit khusus pasien korona virus yang diberi nama Pusat Medis Wilayah Gunung Dabie pada pukul 10.30 waktu setempat. Demikian laporan media lokal.

Baca juga : Korban Tewas Virus Korona di Tiongkok Jadi 132 Orang

Proyek pembangunan pusat medis itu dapat dirampungkan dalam waktu hanya 48 jam dengan melibat sejumlah perusahaan kontruksi, peralatan bangunan, serta melibatkan anggota kepolisian. Hal tersebut dijelaskan otoritas Kota Huanggang.
   
Pada Senin (27/1), semua tempat tidur telah dimasukan. Kebutuhan air, listrik, dan internet telah dipasang. Tayangan video dari kantor berita lokal Cover News menunjukkan para petugas medis mempersiapkan diri sebelum kedatangan pasien virus korona.
     
Virus korona tewaskan 132 orang

Hingga Rabu (29, tercatat jumlah korban meninggal akibat terinfeksi virus korona menjadi 132 orang di Tiongkok. Sementara itu, jumlah pasien yang dirawat mencapai 6.000 orang di seluruh dunia.   

Rumah sakit khusus pasien korona virus dibuka pertama kali di Huanggang bukanlah rumah sakit khusus pasien korona virus yang pertama kali.

Sebelumnya, pemerintah Kota Wuhan juga telah mengumumkan pihaknya siap membangun rumah sakit khusus pasien korona dalam satu pekan. Rencana selain di Huanggang dan Wuhan, Tiongkok akan membangun dua rumah sakit baru khusus pasien virus korona lainnya. 

Semua bentuk rumah sakit dirancang sebagai pusat medis darurat sebagaimana di Kota Beijing, pada 2003. Saat itu, rumah sakit yang dikhususkan untuk pasien SARS dibangun dalam tujuh hari.

Sementara itu, otoritas Wuhan mengatakan pihaknya membangun dua fasilitas perawatan khusus penyakit korona virus dan bisa menampung hingga 2.300 pasien. (AFP/Dailymail/OL-09).

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More