Rabu 29 Januari 2020, 13:20 WIB

Empat Pembobol ATM di Koja Jakarta Utara diringkus Polisi

Suryani Wandari Putri Pertiwi | Megapolitan
Empat Pembobol ATM di Koja Jakarta Utara diringkus Polisi

Ilustrasi/Medcom.id/ Mohammad Rizal
Ilustrasi aksi pembobolan ATM.

 

KEPOLISIAN Sektor Koja, Resor Metro Jakarta Utara berhasil mencidukempat orang komplotan pembobol uang di ATM milik Bank Swasta di wilayah Koja, Jakarta Utara.

Keempat tersangka yang berinisial DW, SY, FD dan PK berhasil diamankan polisi dengan barang bukti berupa obeng yang digunakan oleh para pelaku untuk melancarkan aksinya.

“Para tersangka melakukan pencurian dengan cara mengganjal Exit Shutter ATM menggunakan obeng sehingga uang keluar tetapi tidak mengurangi saldo dalam rekening,” ujar Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Budhi Herdi Susianto, di Mapolsek Koja, Selasa (28/2)

Kombes Pol Budhi yang saat itu juga didampingi Kapolsek Koja Kompol Sri Suhartatik, SH mengungkapkan keempat tersangka mencari sasaran ATM model lama yang masih menggunakan tipe Exit Shutter

Dalam keterangan polisi, untuk menjalankan aksinya keempat tersangka membagi tugas dan telah memiliki peran masing-masing. DW diketahui bertugas mengawasi situasi, tersangka SY menghalangi bila ada orang lain, FD berpura-pura ikut antrian ATM dan pelaku PK yang melakukan pencongkelan ATM sekaligus sebagai Kapten dari pelaku lain.

Budhi mengatakan, mesin ATM yang sudah dibobol otomatis akan rusak dan termonitor pengelolanya.

"Kalau dia sudah merusak atau mengganjal ATM, maka akan termonitor di pihak penyelenggara ATM dan akan ter-record laporan bahwa ATM tersebut rusak dan tidak bisa digunakan," kata Budhi.

Tidak tanggung-tanggung, kawanan pembobol ATM ini rupanya sudah beraksi di sejumlah ATM di wilayah Koja diantaranya ATM RS. Mulyasari Jl. Plumpang sebanyak 2 ATM dan di Apotik K24 sebanyak 1 ATM. Adapun dari satu mesin ATM, para tersangka bisa menarik uang hingga Rp 2,5 juta.

Atas perbuatannya itu, keempat tersangka kini diamankan di Mapolsek Koja, dan para pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHP ancaman hukuman 7 (tujuh) tahun penjara.(Wan/Ol-09)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More