Rabu 29 Januari 2020, 13:14 WIB

Dugaan Penganiayaan terhadap Luthfi, Polisi akan Gelar Perkara

Tri Subarkah | Politik dan Hukum
Dugaan Penganiayaan terhadap Luthfi, Polisi akan Gelar Perkara

MI/Bary Fathahilah
Pelajar SMK Luthfi Alfiandi (berpeci) yang jadi tersangka seusai mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

 

KEPOLISIAN Republik Indonesia (Polri) akan melakukan gelar perkara terhadap pengakuan Luthfi Alfiandi yang mengaku dianiaya saat diperiksa oleh penyidik Polres Metro Jakarta Barat. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Asep Adisaputra.

"Luthfi itu sudah diperiksa kemarin, kemudian beberapa penyidik internal kepolisian Jakarta Barat juga sudah, jadi tim sekarang mau menggelar kasusnya, ini perkembangan terakhir," ungkap Asep di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Rabu (29/1).

Pada kesempatan tersebut, Asep mengatakan penetapan Luthfi sebagai tersangka berdasarkan bukti yang komprehensif. Tidak hanya dari ketersngan saksi, namun kenyataan bahwa Luthfi mengenakan seragam SMK saat berada di lokasi demonstrasi.

Baca juga : Polisi Bantah Luthfi Disetrum Saat Interogasi

"Dia ini pada saat di TKP menggunakan seragam SMK secara de facto dia kan sudah tidak lagi pelajar, berarti dari mens reanya, dari niatnya itu ke lokasi TKP itu ada apa? Menggunakan pakaian itu," kata Asep.

"Ada rekaman CCTV yang menunjukkan aktivitas dia di TKP melakukan aksi kekerasan, jadi penetapan dia sebagai tersangka itu memang didukung dengan berbagai alat bukti, bukan asal," tandasnya.

Sebelumnya, polisi menangkap Luthfi karena diduga ikut melakukan kerusuhan pada saat aksi pelajar STM berlangsung di depan DPR RI pada September 2019.

Pada Senin (20/1) saat sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Luthfi bercerita dipaksa mengakui perbuatan melempar batu ke arah aparat keamanan. Lutfi mengaku disetrum selam setengah jam oleh penyidik Polres Metro Jakarta Barat.

Dalam kesempatan sebelumnya, Kapolri Jendral Idham Azis pernah mengatakan kesaksian Luthfi dapat berujung fitnah apabila tidak terbukti. (Tri/OL-09)

Baca Juga

Antara

Pemerintah Harus Tetapkan Kriteria Terkait Revisi PP Hak Narapida

👤Emir Chairullah 🕔Rabu 01 April 2020, 23:33 WIB
Pemerintah diminta tidak menyelipkan agenda terselubung dalam proses asimilasi narapidana akibat pandemi...
Dok MI

Perppu Harus Akomodasi Anggaran Penundaan Pilkada

👤Faustinus Nua 🕔Rabu 01 April 2020, 22:57 WIB
Dijelaskannya, dalam penyelenggaraan Pilkada 2020 sejumlah daerah sempat mengalami kekurangan anggaran. Bahkan ada daerah yang terlambat...
Antaranews.com

90 Menit ke Depan, Indonesia Tutup Pintu bagi WNA

👤Antara 🕔Rabu 01 April 2020, 22:31 WIB
Peraturan tersebut dituangkan dalam Peraturan Menkumham Nomor 11 Tahun 2020 tentang Pelarangan Sementara Orang Asing Masuk Wilayah Negara...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya