Rabu 29 Januari 2020, 11:30 WIB

Ratusan Warga Asing Kabur dari Pusat Virus Wuhan

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Ratusan Warga Asing Kabur dari Pusat Virus Wuhan

AFP
Pemerimtah Jepang mengevakuasi warganya dari Tiongkok

 

RATUSAN warga Amerika Serikat (AS) dan Jepang melarikan diri dari kota Tiongkok yang dikarantina itu di pusat epidemi virus dengan pesawat sewaan, Rabu (29/1). Mereka kabur saat jumlah korban tewas melonjak menjadi 132 orang dan mengonfirmasi infeksi mendekati 6.000 kasus akibat virus korona.

Skala krisis yang semakin dalam ditekankan dengan jumlah infeksi baru di daratan Tiongkok. Jumlahnya melebihi dari wabah Sindrom Pernafasan Akut Parah (SARS) pada 2002-2003.

SARS, virus pernapasan lain yang ditularkan antarmanusia, merenggut hampir 800 nyawa di seluruh dunia, dengan sebagian besar kematian di daratan Tiongkok dan Hong Kong.

Virus korona baru telah menyebar ke lebih dari 15 negara sejak virus keluar dari Wuhan akhir 2019 lalu. Memang semua korban meninggal yang dikonfirmasi sejauh ini masih di Tiongkok.

Ribuan warga asing termasuk di antara mereka yang terperangkap di Wuhan, yang telah menjadi kota hantu.

Sejumlah negara yang memiliki warga mereka di pusat wabah selama berhari-hari berusaha keras untuk membawa warga mereka keluar dari Wuhan dengan aman. Tetapi mereka menghadapi rintangan logistik, medis, dan birokrasi yang ketat.

Jepang dan AS pada Rabu (29/1) adalah yang pertama untuk mengevakuasi beberapa warga mereka dari Wuhan. Sekitar 200 orang menumpangi pesawat Jepang, yang mendarat di Tokyo pada Rabu pagi.

Para profesional medis sedang dalam perjalanan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan. Tetapi Kementerian Kesehatan Jepang mengatakan tidak ada rencana untuk mengkarantina para penumpang itu.

Mereka sebaliknya akan diminta untuk tetap di dalam rumah dan menghindari kerumunan setidaknya sampai hasil tes diketahui.

Sementara itu sebuah penerbangan carter AS juga meninggalkan Wuhan pada Rabu dengan sekitar 200 warga ‘Negeri Paman Sam’, termasuk karyawan dari konsulat setempat.

"Para pelancong ini akan diperiksa dan diawasi dengan hati-hati untuk melindungi kesehatan mereka, serta kesehatan dan keselamatan sesama warga AS," kata seorang juru bicara Departemen Luar Negeri.

Uni Eropa juga akan menerbangkan warga mereka keluar dari kota epidemi dengan dua pesawat Prancis minggu ini, dan Korea Selatan akan melakukan hal yang sama. Beberapa negara lain mengkaji opsi mereka.

Sementara itu, virus pneumonia misterius dan mematikan itu terus menyebar dan membunuh orang di Tiongkok.

Pihak berwenang Tiongkok mengatakan, Rabu, jumlah kasus di Provinsi Hubei, pusat virus yang merupakan ibu kota Wuhan, melonjak lebih dari 800 dari hari sebelumnya.

Jumlah kasus yang dikonfirmasi di seluruh negeri naik menjadi 5.974 orang, sementara angka kematian nasional melonjak dari 26 menjadi 132 orang.

Semua korban meninggal baru yang dilaporkan berada di Hubei kecuali satu orang, di provinsi di utara. (AFP/OL-13)

Baca Juga

BIRO PERS SETPRES LAILY RACHEV

Suga ke RI, HRWG Desak Renegosiasi Skema Kerja Magang ke Jepang

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 06:12 WIB
Alih-alih meningkatkan keterampilan dan pengetahuan serta memperbaiki nasib, sebelum mereka berangkat, banyak dari para pekerja magang ini...
AFP/Olivier Douliery

Pertumbuhan Pelanggan Lambat, Saham Netflix Anjlok

👤Tesa Oktiana Surbakti 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 04:15 WIB
Pada awal pandemi covid-19, pelanggan Netflix bertambah 28,1 juta. Namun pada kuartal III 2020, hanya 2,2 juta dari jumlah tersebut...
AFP/PIERRE-PHILIPPE MARCOU

Rumah Sakit di Madrid Berjuang saat Lonjakan Korona

👤Nur Aivanni 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 03:30 WIB
Ketika pandemi melanda pada Maret, kata dokter darurat Luis Diaz Izquierdo, koridor penuh pasien dengan botol oksigen yang duduk di...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya