Rabu 29 Januari 2020, 10:33 WIB

Warga Australia di Wuhan akan Dievakuasi Kemudian Dikarantina

Basuki Eka Purnama | Internasional
Warga Australia di Wuhan akan Dievakuasi Kemudian Dikarantina

AFP/PETER PARKS
Awak kabin maskapai penerbangan China Eastern Airlines mengenakan masker saat tiba di Sydney, Australia

 

PEMERINTAH Australia berencana mengevakuasi warga mereka yang berada di pusat wabah virus korona di Tiongkok dan mengarantina mereka di Pulau Natal yang selama ini digunakan untuk menahan para pencari suaka.

Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan warga yang rentan--anak-anak dan warga usia lanjut--serta wisatawan yang berkunjung ke Wuhan dan Provinsi Hubei akan menjadi prioritas untuk dievakuasi.

Pemerintah Australia mengatakan 600 warga 'Negeri Kangguru' itu diketahui berada di kota yang kini dikarantina sebagai upaya mencegah penyebaran virus korona.

Baca juga: Pesawat yang Bawa Warga Jepang dari Wuhan Tiba di Tokyo

Morrison mengatakan Australia tengah bekerja dengan pemerintah Selandia Baru untuk menggelar operasi bersama untuk mengevakuasi negara kedua negara dari Tiongkok.

"Saya menekankan ada jendela yang terbatas dan kami bergerak secepat mungkin untuk memastikan kami bisa menjalankan operasi itu bersama-sama," tegas Morrison.

Dia menambahkan para warga itu akan dikarantina selama 14 hari di Pulau Natal yang terkenal karena pusat penahanan imigrasi bagi para pencari suaka yang berusaha mencapai Australia menggunakan perahu. (AFP/OL-1)

 

Baca Juga

AFP/STR

Dua Kasus Covid-19 di Tianjin Disebut Berasal dari Kepala Babi

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Rabu 25 November 2020, 12:54 WIB
Tiongkok mengatakan telah berulang kali mendeteksi virus dalam daging dan kemasan...
AFP/Saeed KHAN

New South Wales akan Perlonggar Pembatasan Covid-19

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 25 November 2020, 12:34 WIB
NSW, negara bagian terpadat di Australia, mulai 1 Desember akan mengizinkan restoran, pub, dan kafe untuk meningkatkan...
Natalia KOLESNIKOVA / AFP

Vaksin Covid-19 Rusia Sputnik Diklaim 95% Manjur

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Rabu 25 November 2020, 11:32 WIB
Hasil Sputnik dihitung setelah 42 hari penelitian di mana 19 ribu peserta menerima dua dosis vaksin dan 21 ribu peserta menerima satu...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya