Rabu 29 Januari 2020, 10:15 WIB

Komisi I Minta Pemerintah Evakuasi WNI dari Wuhan

Ferdian Ananda Majni | Internasional
Komisi I Minta Pemerintah Evakuasi WNI dari Wuhan

AFP/SEI RATIFA
Petugas mengenakan masker memeriksa layar monitor yang memeriksa suhu tubuh penumpang yang tiba di Bandara Internasional Batam

 

WAKIL Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari meminta Kementerian Luar Negeri RI mendesak Pemerintah Tiongkok untuk membuka jalur evakuasi warga negara Indonesia (WNI) yang saat ini masih berada di Wuhan dan sekitarnya.

“Kami harap Kemenlu segera mendesak Pemerintah Tiongkok agar bisa memberikan pertimbangan dan saran tindakan evakuasi. Sudah semakin banyak korban. Hari ini saja meningkat dua kali lipat yang sebelumnya hanya 2000-an menjadi 4000 lebih, dengan korban meninggal lebih dari 100 jiwa,” kata Kharis di Gedung Nusantara I DPR RI, Selasa (28/1)

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS0 itu menyebut, saat ini, sudah belasan negara berupaya evakuasi warganya dari kawasan virus korona.

Oleh karena itu, apabila memungkinan, para WNI bisa langsung dibawa ke Indonesia atau dievakuasi keluar dari wilayah karantina dan tetap berada di wilayah Tiongkok.

Baca juga: Jumlah Pasien Virus Korona di Jerman Jadi Empat Orang

“Pemerintah harus siapkan kondisi terburuk seperti evakuasi dan karantina sesuai dengan SOP (Standard Operating Procedure) penanganan internasional dalam menghadapi virus ini, sehingga WNI yang dievakuasi harus dipastikan kesehatan dan keselamatannya sebelum sampai ke Tanah Air,” sebutnya.

Legislator dapil Jateng V juga mengapresiasi travel warning yang dikeluarkan Kementerian Luar Negeri ke Provinsi Hubei, Tiongkok.

Namun, Kharis mengingatkan agar lebih baik travel warning diperluas bukan hanya Provinsi Hubei tapi juga ke semua wilayah di Tiongkok. Seluruh WNI diminta agar sementara waktu tidak berkunjung ke sana terlebih dahulu.

“Pemerintah Indonesia telah resmi mengeluarkan peringatan kunjungan atau travel warning bagi masyarakat untuk bepergian ke Provinsi Hubei, Tiongkok, saya apresiasi. Namun, saya minta travel warning ini diperluas ke seluruh wilayah karantina dan kalau perlu tunda dulu ke Tiongkok sampai Pemerintah Tiongkok bisa memastikan dan menghentikan isolasi di sana dan juga menyatakan wilayah tersebut telah aman untuk dikunjungi,” terangnya.

Hal senada disampaikan anggota Komisi I DPR RI Effendi MS Simbolon yang mengimbau Pemerintah Indonesia mengeluarkan peringatan perjalanan (travel warning) ke Tiongkok bagi Warga Negara Indonesia (WNI) untuk meningkatkan langkah preventif penyebaran virus korona yang telah menelan puluhan korban meninggal dunia.

“Kita berharap pemerintah mengambil tindakan preventif lebih tegas, karena ini masalahnya sangat serius soal sebaran virus yang sekarang kita dengar, mudah-mudahan tidak masuk Indonesia,” sebutnya.

Politisi PDI-Perjuangan itu menambahkan meskipun belum ada laporan WNI yang terjangkit virus tersebut, berbagai kemungkinan penyebaran perlu diantisipasi seiring eskalasi virus corona di wilayah Tiongkok, seperti menutup jalur masuk sekaligus jalur keluar yang wilayah pandemi.

"Pemerintah tegas melakukan temporarily suspend paling tidak sampai 2 minggu ke depan dari dan ke seluruh wilayah Tiongkok untuk disetop dulu,” pungkasnya.

Hingga Selasa (28/1), jumlah korban meninggal dunia akibat virus korona di Tiongkok mencapai 106 orang. Sementara, warga di 'Negeri Tirai Bambu' yang terinfeksi virus sebanyak 4.500 orang.

Di provinsi Hubei dilaporkan sebanyak 24 orang meninggal dan 1.291 terinfeksi virus corona

Diketahui, WNI yang tercatat berada di wilayah Karantina total berjumlah 243 orang, mereka semua tersebar di 15 kota yang ada di Provinsi Hubei. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More