Rabu 29 Januari 2020, 09:05 WIB

Bisnis Kopi Tidak Serumit Bisnis Lain

Despian Nurhidayat | Ekonomi
Bisnis Kopi Tidak Serumit Bisnis Lain

MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA
Barista tengah meracik kopi pada Festival kopi 2020 di kawasan di Kantor Media Group, Jakarta Barat, Senin (27/1)

 

Melihat maraknya industri kopi di Indonesia, Kementerian Koperasi dan UKM melihat potensi usaha yang besar dan menggandeng komunitas Dewan Kopi, Asosiasi Duta Indonesia (ADI) dan Coffee Lovers Indonesia (CLI) dengan memberikan pelatihan Manual Brew kepada pegawai di lingkungan Kemenkop dan UKM.

Sekretaris Menkop UKM Rully Indrawan mengatakan bahwa Indonesia memiliki tingkat konsumsi kopi yang sangat tinggi. Apalagi dikalangan anak muda, hal ini sudah menjadi gaya hidup (lifestyle).

"Sekarang minum kopi sangat nyaman, tersedia banyak kedai kopi di mana-mana. Kopi bukan lagi hanya sebagai komoditi, tapi juga membuka ladang bisnis," ungkapnya saat membuka pelatihan Manual Brew di kantor Kemenkop dan UKM, Jakarta, Selasa (28/1).

Lebih lanjut, Rully menegaskan bahwa kopi merupakan bagian dari budaya masyarakat Indonesia. Namun jika melihat dari sisi industri, terjadi persoalan seperti banyaknya persaingan di bisnis kopi hingga penurunan ekspor. Bahkan di tahun 2019 lalu ekspor kopi sempat mengalami penurunan.

"Kita harus menggenjot bagaimana kopi menjadi unggulan. Di Jawa Barat dulu pernah ada komunitas kopi, awalnya berkembang bagus saat ini mengalami stagnan, karena mungkin orientasinya sudah berbeda," lanjut Rully.

Sementara itu, Founder CLI sekaligus Bendahara Umum Dewan Kopi Lisa Ayodhya mengungkapkan bahwa bisnis kopi untuk UMKM ini memang tidaklah serumit bisnis-bisnis yang lain. Namun, para pelaku UMKM kopi perlu juga melakukan pencerahan melalui pelatihan bagaimana membuat kopi yang baik.

"Seperti misalnya kami sering juga beri pelatihan dengan para pedagang kopi keliling (Starbike). Jangan hanya jual kopi saja, tapi juga membuat kopi yang baik," tambah Lisa.

Untuk membuka usaha kopi menurut Lisa tidaklah harus dimulai dengan modal yang besar. Semua itu bisa dimulai dengan bisnis kopi yang sederhana. Peluang bisnis bisa diciptakan dengan mudah, bahkan pengusaha kecil dengan membuka kedai kopi di depan rumah juga bisa dilakukan.

"Perkembangan pesat bisnis kopi ini memang tak bisa dibantah. Bukan hanya kopi yang benar-benar pengolahan kopi murni hingga bisnis kopi kekinian. Saya optimistis pertumbuhan bisnis kopi ini trennya akan terus naik," ujarnya.

Tapi di satu sisi, Lisa menyayangkan di tengah boomingnya industri kopi, justru perkembangan hulu kopi Indonesia masih kalah dengan negara lain seperti Brazil, Columbia dan Vietnam. Saat ini, kopi Indonesia masih berada di posisi ke empat.

"Kenapa kopi Brazil dan Vietnam itu bagus, karena biji kopi mereka konsisten dari sisi rasanya. Nah kalau di kita, kadang masih asam kadang enak, jadi belum stabil. Tapi saya optimis, tahun 2020 kopi Indonesia naik ke posisi 3 dunia. Karena kalau dari segi kualitas sangat unggul," pungkas Lisa.

Bersama bantuan dari Kemenkop UKM dan lintas kementerian lainnya, ia berencana ingin membranding kopi lokal dengan brand Kopi Nusantara. Karena selama ini hanya daerah saja yang unggul. Bahkan nantinya mereka ingin membuat merek Kopi Nusantara. (Des/E-1)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More