Rabu 29 Januari 2020, 08:00 WIB

Menteri ESDM :Tingkatkan Konsumsi Listrik Program Prioritas Kami

Putra Ananda | Ekonomi
Menteri ESDM :Tingkatkan Konsumsi Listrik  Program Prioritas Kami

ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT
Menteri ESDM Arifin Tasrif memaparkan kinerja saat Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (27/1)

 

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif mengatakan pihaknya memiliki target memperkuat ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan yang berkualitas melalui peningkatan konsumsi listrik per kapita.

"Ini program prioritas nasional pertama dari Kementerian ESDM," ungkap Arifin dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (29/1)
 
Arifin mengakui, konsumsi listrik per kapita di Indonesia yang masih jauh tertinggal dibandingkan negara-negara lain di Asia Tenggara (ASEAN). Untuk itu, Pemerintah menargetkan pada 2024 konsumsi listrik per kapita Indonesia akan menjadi 1.408 kilowatt hour (kWh).
 

"Sehingga  perlu dilakukan program-program keseimbangan listrik daerah-daerah jauh, daerah timur khususnya," jelasnya.

Presiden : Tidak ada Lagi Keluhan Soal Listrik Padam
 
Berdasarkan data yang ada, capaian konsumsi listrik pada 2019 baru mencapai 1.084 kWh per kapita dari target 1.200 kWh per kapita. Sementara itu, target konsumsi listrik pada 2020 sebesar 1.142 kWh per kapita.
 
Target itu terus mengalami peningkatan menjadi 1.203 kWh per kapita pada 2021, 1.268 kWh per kapita pada 2022, 1.336 kWh per kapita pada 2023, dan akhirnya menjadi 1.408 kWh per kapita pada 2024.
 
Adapun, target rasio elektrifikasi pada 2024 adalah sebesar 100%. Kapasitas pembangkit juga terus bertambah hingga 5,7 gigawatt (GW) pada 2024.

Sementara itu,  PT PLN (Persero) melaporkan bahwa pihaknya berhasil merealisasikan penjualan listrik sebesar 245,52 Tera watt hour (Twh) pada 2019. Angka penjualan ini meningkat dari tahun sebelumnya sebesar 10,91 Twh. Pada 2018 lalu, penjualan listrik menyentuh angka 234,62 Twh.

"Penjualan listrik semakin meningkat 2019, total 245,52 TWh," kata Direktur PLN Zulkifli Zaini, saat melakukan rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR, di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (28/1).

Peningkatan penjualan listrik tersebut sejalan dengn penambahan pelanggan realisasi jumlah pelanggan pada 2019 mencapai 75,7 juta, meningkat dari tahun sebelumnya sebesar 71,9 juta pelanggan.

Adapun porsi pelanggan yang mempengaruhi penjualan listrik pada 2019 tersebut  terdiri dari pelanggan rumah tangga 42%, pelanggan industri 32%, bisnis 19%  dan pelanggan lainnya sebesar 7%.

Adapun porsi pelanggan yang mempengaruhi penambahan jumlah pelanggan adalah pelanggan rumah tangga 93,68%, bisnis 2,08%, industri 0,44%n dan pelanggan lainya 3,08%. (Ant/E-1)

 

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More