Rabu 29 Januari 2020, 07:44 WIB

12 Mahasiswa Indonesia di Wuhan Berhasil Dievakuasi

Ilham Pratama Putra | Internasional
12 Mahasiswa Indonesia di Wuhan Berhasil Dievakuasi

AFP/Kazuhiro NOGI
Penumpang dari luar negeri mengenakan masker saat tiba di Bandara Haneda, Tokyo, Jepang

 

KEMENTERIAN Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengonfirmasi sekaligus membenarkan kabar kepulangan 12 mahasiswa Indonesia dari Wuhan, Tiongkok ke Tanah Air. Mereka dipulangkan dalam rangka evakuasi dari bahaya virus korona yang tengah mewabah di negara tersebut.

"Iya, sudah terkonfirmasi. Kita koordinasi dengan Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) kita di Beijing setiap hari," kata Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Plt Dirjen Dikti) Kemendikbud, Nizam, di sela-sela Rapat Kerja dengan Komisi X DPR, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (28/1).

Namun, pihaknya belum mendapatkan data terkait nama hingga asal universitas mahasiswa tersebut. Nizam hanya memastikan 12 mahasiswa yang pulang itu dalam keadaan sehat.

Saat ini setidaknya masih ada 250 mahasiswa Indonesia di Tiongkok. Mereka tersebar di wilayah Wuhan, Xianing, Huangshi, Jingzhou, Xianyang, Enshi, dan Shiyan.

Baca juga: Pemerintah Buka Opsi Evakuasi WNI

Mereka diminta bertahan dalam karantina, sembari menunggu proses evakuasi lebih lanjut.

"Semua dipantau Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI). Saat ini sedang dalam pembahasan skema melakukan evakuasi," tukasnya.

Sementara itu Atdikbud di Beijing Yaya Sutarya memastikan tidak ada mahasiswa Indonesia di Wuhan, Tiongkok yang terserang virus Korona. Guru besar Universitas Gadjah Mada (UGM) ini menyatakan seluruh mahasiswa Indonesia sehat.

"Tertanggal 26 Januari 2020, menyatakan bahwa semua mahasiswa dalam kondisi aman dan sehat. Mereka rata-rata tinggal di asrama dan selalu dalam pantauan kampus," kata Yaya dalam keterangan tertulisnya, Selasa (28/1).

Pihaknya memastikan persediaan logistik masih mencukupi untuk 5-7 hari ke depan. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) telah menyalurkan bahan logistik ke WNI yang berada di Wuhan.

Logistik yang telah disiapkan di antaranya makanan, obat, masker, dan alat kebersihan.

Yaya juga menjelaskan ada regulasi tertentu mengapa saat ini mahasiswa Indonesia belum seluruhnya dievakuasi. Di antaranya karena aturan yang diterapkan otoritas Tiongkok.

"Sesuai aturan kesehatan Tiongkok dan internasional, salah satu tahap untuk keluar dari wilayah isolasi adalah karantina 14 hari sebelum berangkat dan 14 hari setelah tiba di tempat baru," pungkas Yaya. (OL-1)

Baca Juga

dok.mi

Satelit Gagal Mengorbit, Kemenkominfo Koordinasi dengan ITU

👤Antara 🕔Jumat 10 April 2020, 16:26 WIB
Satelit Nusantara Dua, kemitraan Indosat Ooredoo dengan PT Pasifik Satelit Nusantara, gagal mencapai orbit setelah diluncurkan dari Xichang...
AFP

Roket Tiongkok Meledak, Satelit Milik Indonesia Gagal ke Orbit

👤Antara 🕔Jumat 10 April 2020, 16:08 WIB
Satelit Nusantara Dua diluncurkan dari Xichang Satellite Launch Center (XLSC) di Xichang,...
AFP

Yaman Umumkan Kasus Positif Korona Pertama

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Jumat 10 April 2020, 15:59 WIB
Pasien covid-19 tersebut adalah warga Yaman yang bekerja di pelabuhan Ash Shihr, kata seorang pejabat...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya