Rabu 29 Januari 2020, 07:43 WIB

Kebutuhan Listrik Smelter Capai 4.798 MW

Antara | Ekonomi
Kebutuhan Listrik Smelter Capai 4.798 MW

ANTARA FOTO/Basri Marzuki
Pekerja mengeluarkan biji nikel dari tanur dalam proses furnace di smelter PT. Vale Indonesia di Sorowako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

 

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebutkan pasokan listrik guna memenuhi kebutuhan industri pengolahan dan pemurnian (smelter) pada tahun 2024 mencapai 4.798 megawatt (MW).
 
"Kita harus bisa memenuhi kebutuhan listrik untuk industri smelter pada tahun 2024 sebesar 4.798 megawatt," urai Menteri ESDM Arifin Tasrif dalam keterangan tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Rabu (29/1).
 
Arifin menyatakan pemerintah konsisten meningkatkan nilai tambah mineral melalui pembangunan industri smelter dalam negeri, dimana dalam jangka lima tahun terdapat 52 smelter yang akan terbangun, yakni 4 smelter tembaga, besi, timbal dan seng, 29 smelter nikel, 9 smelter bauksit dan 2 smelter mangan.

Smelter Freeport Berproduksi 2023


Terhadap 52 smelter yang terbangun, diproyeksikan kebutuhan listrik sebesar 4.798 MW tersebar di beberapa wilayah, antara lain Bengkulu (5 MW), Banten (68,5 MW), Jawa Barat (39 MW), Jawa Timur (821,9 MW), Nusa Tenggara Barat (300 MW), Nusa Tenggara Timur (20 MW), Kepulauan Riau (45 MW), Kalimantan Barat (499 MW), Kalimantan Selatan (10 MW), Sulawesi Tengah (959 MW), Sulawesi Tenggara (1.053 MW), Maluku dan Maluku Utara (941 MW).
 
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Kementerian ESDM memiliki 3 (tiga) kebijakan strategis, yakni pemenuhan listrik oleh Perusahaan Listrik Negara, pemenuhan listrik oleh pengembang smelter serta kolaborasi antara pengembang smelter dengan non-PLN. (E-1)

 

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More