Rabu 29 Januari 2020, 08:15 WIB

Netanyahu Resmi Didakwa Lakukan Korupsi

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Netanyahu Resmi Didakwa Lakukan Korupsi

AFP/MANDEL NGAN
Benjamin Netanyahu

 

PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah secara resmi didakwa di pengadilan atas tuduhan korupsi. Hal itu terjadi setelah ia mencabut permintaannya ke parlemen untuk mendapatkan kekebalan dari penuntutan.

Netanyahu tengah berada di Washington untuk pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menjelang rilis rencana ‘perdamaian’ AS-Israel yang lama tertunda ketika jaksa agung Israel mengajukan tuntutan di pengadilan Yerusalem, Selasa (28/1).

Sebelumnya, Netanyahu mengatakan dia menarik upayanya mendapatkan kekebalan parlemen dari penuntutan atas tuduhan korupsi, membuka jalan bagi pengadilan untuk memulai persidangan.

Baca juga: Republik Halangi Pemanggilan Bolton

Perdana menteri terlama Israel itu mengeluarkan pernyataan di Facebook, Selasa (28/1), mengatakan proses imunitas di parlemen akan menjadi sebuah ‘sirkus’ dan ia tidak ingin mengambil bagian dalam ‘permainan kotor’.

"Saya memberi tahu ketua Knesset (parlemen) bahwa saya mencabut permintaan kekebalan saya," ujar Netanyahu.

Knesset sedianya akan bersidang untuk membahas pembentukan komite guna membahas permintaan Netanyahu untuk kekebalan dari penuntutan pada Selasa (28/1).

Knesset secara luas diperkirakan akan menolak permintaan itu, yang akan memberi pukulan terhadap Netanyahu menjelang pemilihan parlemen yang dijadwalkan 2 Maret.

Proses peradilan terhadap Netanyahu bisa memakan waktu berbulan-bulan atau bertahun-tahun dan pemimpin berusia 70 tahun itu tidak memiliki kewajiban hukum untuk mengundurkan diri.

Netanyahu didakwa pada November atas tuduhan suap, penipuan, dan pelanggaran kepercayaan atas tuduhan dia memberikan bantuan negara senilai ratusan juta dolar kepada para baron media Israel dengan imbalan hadiah dan liputan yang menguntungkan. (AFP/Al Jazeera/OL-1)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More