Rabu 29 Januari 2020, 06:50 WIB

Hadirkan Ekosistem BUMN yang Sehat dan Berkelanjutan

Faustinus Nua | Ekonomi
Hadirkan Ekosistem BUMN yang Sehat dan Berkelanjutan

MI/Agus Mulyawan
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyampaikan kuliah umum dalam rangkaian acara HUT ke-50 Harian Media Indonesia.

 

BADAN usaha milik negara atau BUMN dituntut mampu berperan ganda dalam perekonomian negara. BUMN, di satu sisi, harus mampu menjadi surplus creator yang mendorong pertumbuhan ekonomi. Di lain sisi, BUMN pun harus berperan sebagai welfare creator yang menghadirkan kesejahteraan bagi rakyat.

Untuk mencapai sasaran itu, pemerintah harus membangun ekosistem BUMN yang sehat agar kelak keseimbangan peran ganda BUMN tersebut terus hadir secara berkelanjutan.

Itulah benang merah yang disampaikan Menteri BUMN Erick Thohir dalam acara bertajuk Kuliah Umum Menteri Erick Thohir, 50 Tahun Media Indonesia, di Grand Studio Metro TV, Jakarta, kemarin.

Dalam kuliah umum yang dihadiri pimpinan BUMN dan keluarga besar Media Group itu, Erick memaparkan sejumlah langkah yang tengah dijalankannya untuk menciptakan ekosistem BUMN yang sehat.

Erick mengatakan langkah yang dilakukannya di Kementerian BUMN mengacu pada visi Presiden Joko Widodo 2019-2024. Kelima visi itu ialah pembangunan infrastrukur, pengembangan sumber daya manusia (SDM), mendorong investasi, reformasi birokrasi, serta penggunaan APBN yang fokus dan tepat sasaran.

Dari kelima visi itu, Kementerian BUMN di bawah kepemimpinan Erick menyusun Lima Langkah Strategis 2020-2024. Pertama, menciptakan keseimbangan antara bisnis dan pelayanan publik. Kedua, melakukan transformasi di era disrupsi. Ketiga, menciptakan inovasi di era teknologi. Keempat, menghasilkan keuntungan, baik berupa profit maupun layanan kepada masyarakat. Kelima, melakukan benchmarking dalam setiap lingkungan bidang usaha.

"Lima langkah inilah yang akan kita terapkan ke depan. Yang saya yakin untuk siapa pun menterinya karena kita tidak mau jadi menteri hari ini tidak memikirkan menteri masa datang," jelas Menteri Erick.

Ia mengapresiasi kinerja menteri-menteri BUMN sebelumnya yang berkontribusi dalam membesarkan aset dan profit BUMN. Ia menyebut, setiap tahun BUMN berkontribusi Rp467 triliun, baik dari dividen maupun pajak dan kontribusi lain, bagi negara. "Saya ingin memastikan Rp467 triliun itu, 15 tahun lagi bisa lebih besar. Bukan malah shrinking atau malah mati." 

Erick pun menegaskan dirinya tidak mau menjadi bagian dari wacana. Ia ingin menjadi bagian dari implementasi agar menteri-menteri BUMN berikutnya dapat melanjutkan kisah sukses itu.

Saat menanggapi pernyataan Erick, ekonom UI Fithra Faisal Hastiadi mengatakan, untuk menciptakan ekosistem BUMN yang baik diperlukan pemimpin yang bisa membawa budaya kerja yang berorientasi pada pelayanan dan kepuasan pelanggan di seluruh BUMN. Untuk itu diperlukan penempatan jajaran direksi dan komisaris yang tepat agar ekosistem kerja BUMN menjadi maksimal.

"Penempatan direksi dan komisaris harus profesional, the right man at the right place," ujar dia.

Fithra pun menilai langkah Erick Thohir menyegarkan dan mere-strukturisasi jajaran direksi BUMN yang bermasalah sudah tepat.

MI/Agus Mulyawan

 

Tradisi

Ketua Dewan Redaksi Media Group Saur Hutabarat mengungkapkan kuliah umum bersama menteri merupakan tradisi Media Indonesia dalam merayakan ulang tahun. Erick Thohir menjadi menteri ke-4 sekaligus menteri pertama kabinet Jokowi jilid II yang memberi kuliah umum.

"Dimulai dari Ibu Sri Mulyani Menteri Keuangan, Ibu Rini Menteri BUMN, dilanjutkan Pak Jonan Menteri ESDM. Terima kasih Pak Erick, dengan demikian kita melanjutkan tradisi yang kukuh, ulang tahun media dirayakan dengan kuliah umum," tukas Saur. (Ths/Uta/X-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More