Rabu 29 Januari 2020, 04:50 WIB

Modal Rp5 Miliar, Babel Perangi Stunting

(RF/N-2) | Nusantara
Modal Rp5 Miliar, Babel Perangi Stunting

MI/Rendy Ferdinsyah
Pemprov Babel menggelar rakor untuk atasi stunting di 69 desa.

 

PROVINSI Bangka Belitung masih bermasalah dengan angka stunting yang tinggi. Saat ini, fenomena pertumbuhan anak yang lambat karena kurang gizi masih terjadi di 69 desa, dengan jumlah balita stunting mencapai 6.000 anak.

"Tahun ini, pemerintah provinsi menggulirkan dana penanggulangan stunting sebesar Rp5 miliar. Anggaran berasal dari dana insentif daerah (DID), yang akan digunakan secara maksimal untuk menurunkan angka stunting," ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa Bangka Belitung Yuliswan, kemarin.

Daerah ini memiliki 309 desa. Kerja keras selama beberapa tahun terakhir menurunkan angka stunting dari 9.000 anak menjadi 6.000 anak.

Angka stunting tertinggi ditemukan di Kabupaten Bangka Barat dengan jumlah wilayah mencapai 25 desa. Sebanyak 44 desa lainnya tersebar di 5 kabupaten dan 1 kota. Untuk mengatasi stunting, akan digulirkan program pemberian makanan tambahan anak, bayi, dan ibu hamil. (RF/N-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More