Rabu 29 Januari 2020, 02:50 WIB

Kunto Aji Percaya Akurasi dan Informasi Komprehensif

Fathurrozak | Hiburan
Kunto Aji Percaya Akurasi dan Informasi Komprehensif

MI/Fransisco Carolio Hutama
Penampilan musisi Kunto Aji pada acara HUT ke-50 tahun Media Indonesia di Kantor Media Group, Jakarta Barat

 

DI  tengah arus media yang serbadigital, musikus Kunto Aji, 33, mengaku masih menyukai membaca media cetak dalam beberapa kesempatan. Bagi Aji, panggilan akrabnya, ia kini lebih selektif dalam mengonsumsi informasi.

Ia memilih media yang mampu menyajikan akurasi dan informasi yang luas dan lengkap. Dua faktor tersebut, menurutnya, masih menjadi alasan ia masih menyukai membaca informasi lewat media cetak dalam beberapa kesempatan. Meski, ia juga mengakui saat ini semakin sulit mendapatkan media cetak di tempat umum.

"Saya lebih suka dengan media cetak. Walaupun tidak mudah mendapatkan media cetak. Alasannya, faktor kurasi. Belum lama juga sempat menjadi bahasan, antara digital dam cetak, meski sama-sama satu grup, terkadang bisa beda sekali. Kalau media cetak tentunya pasti sudah komprehensif. Informasinya secara lengkap dan luas. Secara kredibilitas, tentu Media Indonesia semua orang sudah tahu," ungkapnya seusai manggung dengan tajuk Mantra-Mantra dalam rangka Festival Kopi dan HUT ke-50 Media Indonesia, Senin, (27/1).

Dalam konsep Mantra-Mantra yang ditayangkan secara langsung di Media Indonesia, Aji membawakan lagu andalan dalam album keduanya seperti

Rehat, Rancang Rencana, Konon Katanya, dan Jakarta Jakarta. Trek dari album perdana, Generation Y juga ia bawakan, lewat lagu Ekspektasi.

Aji menuturkan, ketika sumber informasi kini bisa didapatkan dari berbagai medium, justru informasi yang hadir kerap kali menjadi simpang siur. Khususnya, yang berseliweran di media sosial. Ia mencontohkan ketika saat ini ramai isu virus korona, banyak kesimpangsiuran yang timbul di media sosial. Alih-alih memberi pencerahan, malah membuat publik dilanda kecemasan.

Peraih Artis Solo Pria Pop Terbaik Anugerah Musik Indonesia 2019 itu rupanya juga masih menggemari buku fisik, meski ia juga berlangganan untuk mengakses medium baca digital. Seperti juga ketika ia merasa ada sensasi lain yang muncul tatkala karya-karyanya dibawakan secara langsung, dan berinteraksi dengan pendengarnya.

"Menurut saya, ini menyampaikan pesannya secara langsung. Akan berbeda ketika mereka mendengarkan di digital atau dari album fisik. Ketika dibawakan secara langsung, akan makin banyak indra yang dilibatkan, dan akan semakin masuk pesannya," terangnya. Aji menambahkan, ia berniat menyambangi lebih banyak tempat sebagai pengalaman interaktif dengan pendengar karya-karyanya di album kedua.

 

Medium

Album Mantra-Mantra mendapat atensi positif baik dari publik, serta meraih beberapa penghargaan, salah satunya Album Terbaik dalam Anugerah Musik Indonesia 2019. Menurut Aji, album keduanya ini sebenarnya memiliki spektrum pendengar kalangan dewasa. Namun, ia terkejut ketika mendapati banyak kalangan lintas usia yang menikmati album itu.

Mantra-Mantra juga menjadi medium Aji dalam mengutarakan sisi-sisi personal. Salah satunya, sudut pandangnya terhadap Jakarta. Aji yang merupakan perantau dan sudah menetap di Jakarta kurang lebih selama 12 tahun ini pun menuangkan perasaannya tentang Jakarta, lewat lagu Jakarta Jakarta.

"Jakarta Jakarta didedikasikan untuk Kota Jakarta. Saya sebagai perantau dari Yogyakarta, dengan karakter kota yang berbeda sekali, kota ini jadi love hate relationship. Di liriknya kan juga ada. 'Dalam hati aku selalu ingin beranjak pergi. Kota yang sama yang membuatku tegak berdiri'," tutur pelantun Terlalu Lama Sendiri tersebut.

Ia pun mengakui, sempat mengalami gegar budaya saat masa awal di perantauannya. Hal tersebut juga memengaruhi pembentukan mentalnya. "Menjadi manusia yang lebih baik versi saya." (H-3)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More