Selasa 28 Januari 2020, 22:00 WIB

OJK Genjot Inklusi Lewat TPAKD

MI | Ekonomi
OJK Genjot Inklusi Lewat TPAKD

ANTARA
Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Tirta Segara

 

OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong program Tim Percepatan Akses Keuangan Dae­rah (TPAKD) guna meningkatkan inklusi keuangan ke level yang lebih tinggi lagi.

Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Tirta Segara mengatakan, pada 2019, indeks inklusi keuangan Indonesia tercatat sebesar 76,19%, naik cukup signifikan dari 67,8% di 2016.

Capaian pada tahun lalu itu sedianya juga sudah melebihi target yang ditetapkan pemerintah melalui Peraturan Presiden (Perpres) No 82/2016 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI) yakni 75% di akhir 2019.

“Memang sudah melampaui target yang ditetapkan Perpres. Tapi kita masih ada peluang untuk naik lebih tinggi lagi. Jadi dari berbagai kementerian/lembaga, kita punya program. Dari OJK, program yang diangkat adalah TPAKD,” ujar Tirta di kompleks istana kepresidenan, Jakarta, Selasa (28/1).

Selain target inklusi keuangan, tingkat literasi keuangan sebesar 35% di tahun 2019 juga sudah tercapai, sebagaimana diperintahkan oleh Presiden lewat Perpres No 50/2017 tentang Strategi Nasional Perlindungan Konsumen.
Sementara program TPAKD yang terus digenjot OJK akan fokus pada dua hal yakni tabungan dan pinjaman/pembiayaan.

Untuk program tabungan, Tirta mengatakan pemerintah akan terus menanamkan semangat menabung di bank kepada generasi muda, terutama pelajar di seluruh Indonesia. Dengan demikian, mereka tidak hanya bisa menyimpan uang tetapi juga mengenal lembaga jasa keuangan sejak dini.

Sementara untuk pembiayaan, OJK berkomitmen membantu pembukaan akses pembiayaan yang lebih besar kepada masyarakat, terutama di perdesaan.

Dengan program yang dicanang­kan, Tirta optimistis indeks inklusi keuangan akan terus bertumbuh di masa mendatang.

“Presiden Jokowi tidak menyebut angka pertumbuhan. Tapi tadi disinggung target ke depan berapa juta. Jadi kita hitung, dari pelajar berapa juta. Nanti akan kita hitung,” tuturnya. (Pra/E-2)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More