Selasa 28 Januari 2020, 18:30 WIB

Ketua DPRD DKI Jakarta: Revitalisasi Monas Dihentikan Mulai Besok

Insi Nantika Jelita | Megapolitan
Ketua DPRD DKI Jakarta: Revitalisasi Monas Dihentikan Mulai Besok

MI/Insi Nantika Jelita
Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi (Baju putih) melakukan inspeksi mendadak ke Proyek Revitalisasi Monas

 

KETUA DPRD DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi secara tegas meminta Gubernur Anies Baswedan untuk menghentikan sementara proyek revitalisasi Monas di bagian selatan. Rapat DPRD bersama Pemprov DKI Jakarta dari jam 11.00 wib hingga pukul 16.00 wib berujung pada sidak ke kawasan tersebut.

Sidak tersebut atas permintaan Sekretaris Daerah (Sekda) yang bersikeras bahwa revitalisasi sudah berjalan 88 persen. Namun, saat di kawasan itu Prasetyo menegaskan proyek belum sampai 88 persen.

Prasetyo menunggu surat dari Menteri Sekretariat Negara, Pratikno selaku Ketua Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka yang meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menghentikan sementara proyek revitalisasi di kawasan itu pada besok (29/1).

"Kami meminta kepada eksekutif untuk merekomendasikan dihentikan sementara selama surat dari Mensesneg belum ada. Ketua komisi pengarah dari Mensesneg, kami menunggu surat dari sana. Saya lihat faktual yang ada sekarang kalau ini dikatakan pengerjaan 88 persen, saya rasa enggak," ujar Prasetyo di kawasan selatan Monas, Jakarta, Selasa (28/1).

Prasetyo menyesalkan Gubernur Anies Baswedan menabrak aturan tersebut. Saat sidak pun Prasetyo bersama rombongan anggota DPRD lainnya melihat langsung lahan yang sudah dicor tersebut tidak bisa ditanam pohon lagi.

"Ini gimana takutnya air lari kemana-mana, banjir kemana-mana bos. Monas kan sudah banjir. Janngan teori pada, mana orang lapanganya nih, kontraktornya mana? Panggil mas, jangan nonton," tukas Prasetyo sambil menunjuk saluran air di lahan tersebut.

Prasetyo bahkan meminta kontraktor untuk membongkar lagi saluran air tersebut. Ia tidak yakin apakah tempat itu bisa dijadikan wadah saat hujan mengguyur Monas. Para pekerja pun membongkar papan dan menggali tanah tersebut.

"(Monas) ini adalah ikon nasional. Bukan punya pemerintah daerah saja. Nah, disini kami minta tolong kepada pihak eksekutif saling menghargai lah, hormati semua. Pemerintah pusat kebetulan Jakarta sebagai Ibu kota negara," tandas Prasetyo. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More