Selasa 28 Januari 2020, 18:20 WIB

Konversi Bahan Bakar Pembangkit ke Gas, PLN Hemat Rp 4 Triliun

Putra Ananda | Ekonomi
Konversi Bahan Bakar Pembangkit ke Gas, PLN Hemat Rp 4 Triliun

Ant/Aji Setyawan
Petugas memeriksa rangkaian mesin Pembangkit Listrik Tenaga Disel (PLTD) Legon Bajak, Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah,beberapa waktu lalu.

 

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN)  akan mengubah penggunaan bahan bakar di 52 pembangkit listriknya  dari bahan bakar minyak (BBM) menjadi bahan bakar gas (BBG).

Perubahan bahan bakar tersebut bakal menghemat pengeluaran PLN sebesarRp 4 triliun.

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Utama PLN  Zulfikli Zaini dalam acara rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta (28/1).

Saat ini, dikatakan oleh Zulkifli PLN tengah melakukan identifikasi pemetaan konstruksi pembangkit untuk merealisasikan rencana pengoperasian PLTD tenaga BBG. "Dari identifikasi tersebut, di bagi jadi lima wilayah," kata Zulkifli.

Pengkonversian BBM ke BBG dalam PLD merupakan bentuk implementasi Keputusan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 13 Tahun 2020 mengenai Gasifikasi. Dengan diterapkannya program penggantian konsumsi BBM menjadi gas di PLN, hal itu  akan menurunkan konsumsi BBM pada sektor kelistrikan.

PLN Gencarkan Listrik Masuk Desa

Sebagai infromasi, pada tahun lalu realisasi konsumsi BBM PLTD mencapai 2,6 juta KL. Dengan digantinya bahan bakar 52 PLTD menjadi BBG maka potensi konsumsi BBM yang dapat dikurangi sebanyak 1,6 juta KL sehingga akan ada penghematan pengeluaran sebesar Rp 4 triliun.

"Yang bisa diubah ke gas berdasarkan identifikasi 1,6 juta KL dengan estimasi pengurangan biaya operasi Rp 4 triliun," tandasnya. (E-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More