Selasa 28 Januari 2020, 18:05 WIB

Petugas Ambil Sampel Warga Cirebon Suspect Korona

Nurul Hidayah | Nusantara
Petugas Ambil Sampel Warga Cirebon Suspect Korona

ANTARA
Ilustrasi

 

TIM dari Kementerian Kesehatan RI telah mengambil sampel swap nasofaring, sputum dan serum terhadap pasien suspek virus korona yang dirawat di RSD Waled, Kabupaten Cirebon. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Enny Suhaeni, menjelaskan jika pengambilan sampel dilakukan petugas dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes), Jakarta, Selasa (28/1). Sedikitnya ada 3 petugas yang melakukan pengambilan sampel tersebut.

"Pengambilan sampel meliputi serum darah, swap dari hidung dan tenggorokan pasien," kata Enny, Selasa (28/1).

Pengambilan sampel dilakukan untuk mencari tahu penyebab atas gejala yang dialami oleh pasien.

"Dalam dua minggu ke depan hasilnya baru akan diketahui, positif (corona) atau tidak," kata Enny.

Namun ia juga berharap hasilnya akan lebih cepat diketahui dan menunjukkan negatif virus corona. Sementara itu Direktur RSD Waled, Budi S Soenjaya, mengungkapakan saat
ini kondisi pasien suspect virus korona dinyatakan membaik.

"Pada hari kedua perawatan, kondisi pasien membaik. Badannya sudah tidak panas," ungkap Budi.

Ditambahkan Budi, selain suhu tubuh yang menurun, sesak nafas dan batuk yang dialami pasien juga berkurang. Pasien juga bisa tidur lebih tenang.

Pihak rumah sakit telah melakukan observasi terhadap anggota keluarga yang melakukan kontak langsung dengan pasien. Masing-masing istri, dua anak dan seorang adik pasien.

"Kami masih obserasi dengan mereka yang melakukan kontak langsung dengan pasien," ungkap Budi.

baca juga: Terdampar di Rote, 6 Warga Tiongkok Tes Virus Korona

Seorang warga dengan inisial SH, 44, warga Desa Cikulak, Kecamatan Waled, kabupaten Cirebon dinyatakan suspect terpapar virus korona. Ia diketahui telah berangkat bersama teman-temannya menunaikan tugas pimpinnnya untuk mengikuti National Sales Conference (NSC) di Kota Taipei Taiwan. Berangkat pada 5 Januari 2020 dan pulang pada 15 Januari 2020. Berdasarkan pengakuan istrinya, SH sebelum berangkat memang telah menderita batuk. Namun sepulang dari Taiwan batuknya semakin parah. SH kemudian mendatangi RSD Waled pada Senin (27/1) dan demam hingga 38 derajat celcius. Selain demam, SH juga mengalami batuk, sesak nafas dan sakit kepala. (OL-3)

 

Baca Juga

Dok, Pemkab Jayapura

Bupati Pimpin Langsung Penyemprotan Disinfektan di Jayapura

👤Thomas Harming Suwarta 🕔Rabu 01 April 2020, 23:17 WIB
Penyemprotan yang dilakukan serentak di Distrik Sentani Kota, Sentani Timur dan Sentani...
Dok. Pemkab Tegal

Wakil Bupati Tegal Donasikan Gaji Untuk Bantu Penanganan Covid-19

👤Syarief Oebaidillah 🕔Rabu 01 April 2020, 22:43 WIB
Ardie mengatakan, hal itu dilakukannya karena dampak covid-19 bukan hanya pada segi kesehatan saja, tapi juga berdampak pada kondisi sosial...
AFP

Pemkab Batanghari Bantu Keuangan Warga Terdampak Covid-19

👤Solmi 🕔Rabu 01 April 2020, 21:45 WIB
Pemkab Batanghari bantu puluhan ribu warga yang mengalami kepayahan hidup akibat terdampak pandemic korona atau...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya