Selasa 28 Januari 2020, 17:49 WIB

Pelindo I Lebur Manajemen Dua Terminal Peti Kemas

Yoseph Pencawan | Nusantara
Pelindo I Lebur Manajemen Dua Terminal Peti Kemas

DOK HUMAS PELINDO 1
Terminal Peti Kemas Belawan, Medan, Sumatra Utara.

 

PT Pelabuhan Indonesia I (Persero), atau Pelindo 1, melebur Belawan International Container Terminal (BICT) dan Terminal Peti Kemas Domestik Belawan (TPKDB) menjadi satu manajemen. Hal ini sebagai salah satu strategi korporasi memberikan pelayanan yang lebih baik. Melalui peleburan atau penggabungan ini, entitas keduanya berubah menjadi Terminal Peti Kemas (TPK) Belawan dan dilegalisasi dengan penerbitan Peraturan Direksi PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) Nomor. PR.02/I/6/PI-20.TU tanggal 06 Januari 2020.

"Kebijakan penggabungan manajemen BICT dan TPKDB menjadi satu manajemen menjadi Terminal Peti Kemas (TPK) Belawan merupakan salah satu upaya dan strategi korporasi dalam memberikan pelayanan yang lebih baik," kata General Manager TPK Belawan Indra Pamulihan, Selasa (28/1).

Selain itu, peleburan ini juga bertujuan untuk memenuhi customer satisfaction pengguna jasa kepelabuhanan atas layanan jasa bongkar muat peti kemas yang handal dan efisien. Serta peningkatan revenue dan efisiensi biaya (cost reduction). Setelah penggabungan ini, sambung Indra, dermaga eks BICT sepanjang 550 meter yang selanjutnya dinamakan Terminal A dioperasikan untuk pelayanan internasional. Sedangkan dermaga eks TPKDB sepanjang 400 meter yang disebut Terminal B, untuk pelayanan domestik.

Kendati demikian tidak tertutup kemungkinan dilakukan lintas pelayanan antara terminal A dan B meski harus tetap sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Beberapa waktu lalu Pelindo 1 juga telah mendatangkan 5 unit RTG (Rubber Tyred Gantry) untuk mendukung peningkatan pelayanan bongkar muat di TPK Belawan.

Adapun kinerja pelayanan bongkar muat di BICT dan TPKDB mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pelindo 1 mencatat aktivitas bongkar muat di BICT sepanjang 2019 mencapai 54,30 B/S/H, meningkat jika dibandingkan dengan 2018 yang hanya 49,85 B/S/H. Begitu juga dengan di TPKDB, aktivitas bongkar muat pada 2019 tercatat sebanyak 44,16 B/S/H, meningkat jika dibandingkan dengan 2018 yang cuma 37,49 B/S/H.

baca juga: 12 Mahasiswa Unesa Surabaya Aman di Wuhan

Sementara kunjungan kapal di TPKDB sepanjang 2019 sebanyak 346 call, meningkat 4,8 persen dibandingkan dengan 2018 yang hanya sebanyak 330 call. Kemudian realisasi trafik bongkar muat peti kemas domestik pada 2019 mencapai 434.576 box, tumbuh 4,6 persen dibandingkan dengan 2018 yang cuma 415.214 box. Begitu juga arus kunjungan kapal di BICT pada 2019 yang meningkat mencapai 512 call dengan trafik kegiatan bongkar muat peti kemas ekspor impor sebanyak 427.338 box atau 558.070 TEUs.(OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More