Selasa 28 Januari 2020, 15:58 WIB

Dino Patti Sebut Wapres Dukung Kerukunan Beragama di Akar Rumput

Indriyani Astuti | Humaniora
Dino Patti Sebut Wapres Dukung Kerukunan Beragama di Akar Rumput

ANTARA FOTO/Aji Styawan
Warga lintas agama bersilaturahmi dengan umat Kristiani dalam perayaan Hari Natal di Dusun Thekelan, Desa Batur, Jawa Tengah

 

INDONESIA, sebagai negara yang menjunjung tinggi pluralisme masih memerlukan perbaikan terutama hubungan antaragama di akar rumput. Tujuannya agar antarpemeluk agama saling menghormati sehingga tidak timbul ketegangan di masyarakat.

Salah satu caranya ialah hidup bersama mengenal komunitas dan cara hidup masing-masing. Demikian disampaikan Pendiri Foreign Policy of Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal saat berkunjung ke Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (28/1). Hadir pula perwakilan dari Nahdlatul Ulama dan tokoh umat Katolik sekaligus budayawan Romo Magnis Suseno.

Ia menuturkan tidak hanya di Indonesia, tapi di dunia terlihat hubungan antarpemeluk agama Islam, Kristen dan Yahudi memburuk. Hal itu ditandai dengan serangkaian kejadian teror yang menyasar rumah ibadah di antaranya penembakan yang terjadi di masjid di kota Christchruch, Selandia Baru, Maret 2019.

Lalu bom yang meledak di Gereja Santo Antonius di Sri Lanka pada 21 April 2019 bertepatan dengan misa paskah dan bom di Gereja Santa Maria Tak Bercela, GKI Diponegoro dan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) pada 2018.

Mengutip survei dari PEW Research Center pada 2016, pembatasan kebebasan beragama meningkat baik yang dilakukan oleh pemerintah maupun kelompok masyarakat. Studi yang dilakukan di 198 negara itu menunjukkan muslim dibatasi dan diganggu di 142 negara, sementara orang Kristen dibatasi kebebasan beragama dan diganggu di 144 negara sedangka orang yahudi mengalami hal tersebut di 87 negara.

“Ini menjadi tren dan keadaannya semakin memburuk,” ujar mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat itu.

Baca juga: Wapres: Kerukunan Antar Umat Beragama Pondasi Kerukunan Nasional

Oleh karena itu, terang Dino, ia menginisiasi program 1.000 Abrahamic Circles atau Seribu Lingkaran Ibrahim. Program tersebut menyasar masyarakat di akar rumput. Anggota lingkaran itu tiga pemimpin atau tokoh agama dari Islam, Kristiani, dan Yahudi.

Agama-agama yang berasal dari satu ajaran yang dibawa oleh Nabi Ibrahim. Mereka akan tinggal bersama-sama selama tiga minggu di masing-masing lingkungan anggota lingkaran seperti pesantren atau komunitas pendeta Kristen. Sejauh ini, sudah ada 3 lingkaran yang dibentuk dari target 1.000 lingkaran.

“Mereka bertemu dengan keluarga dan komunitas, saling berinteraksi timbul suasana persahabatan dan saling menghargai yang riil,” ucap Dino.

Menurut Dino, Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin mengapresiasi program tersebut. Wapres, terangnya, mengatakan Indonesia punya peran sangat strategis untuk menjalin kerukunan tidak hanya secara nasional tetapi juga global.

Romo Magnis menilai sebisa mungkin program ini harus menyasar pada akar rumput agar antarpemeluk agama saling berkenalan, menghormati, saling menghargai, dapat berkerja sama sehingga bisa bersinergi.

“Ini sesuatu yang cukup baru. Saya sangat mendukung,” tukasnya.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More