Selasa 28 Januari 2020, 14:47 WIB

Tiga Pasien Suspect Korona di Jateng Dirawat di Rumah Sakit

Akhmad Safuan | Nusantara
Tiga Pasien Suspect Korona di Jateng Dirawat di Rumah Sakit

MI/Heri Susetyo
Ilustrasi: Pasien diduga terpapar virus korona di RSUD Sidoarjo, Jawa Timur

 

SEBANYAK tiga pasien dirawat di tiga rumah sakit berbeda karena diduga terpapar virus korona. Ketiga rumah sakit tersebut yakni RSUP Kariadi di Semarang, RS Moewardi di Solo dan RSUD Margono di Purwokerto.

"Ya saya sudah mendapat tiga laporan pasien suspect virus korona, mereka sudah ditangani sesuai prosedur," kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Selasa (28/1).

Saat kasus virus korona muncul, lanjut Ganjar, ada dua perintah yang dikeluarkan yakni pengawasan ketat terhadap pintu masuk Jawa Tengah dan disiapkan posko pemeriksaan, kemudian penyiagaan rumah sakit agar melakukan persiapan penanganan jika ada pasien yang terindikasi.

Berdasarkan ketiga laporan yang masuk, ujar Ganjar Pranowo, semua pasien terindikasi virus korona sudah mendapat penanganan yang baik karena ketiga rumah sakit itu memang sudah mempersiapkan mulai dari ruang isolasi, ruang perawatan dan tim medis.

Baca juga: Sekjen PBB Puji Upaya Tiongkok Atasi Virus Korona

Sementara itu, RSUP dr Kariadi Semarang juga telah menangani satu pasien suspect virus korona yang masuk pada Senin (27/1) siang. Saat ini pasien ditangani di ruang isolasi rumah sakit tersebut.

Humas RSUP dr Kariadi Semarang Aditya Kandu Warenda mengatakan setelah menerima pasien dengan gejala terkena virus korona di ruang UGD, kemudian ditempatkan di ruang isolasi untuk diagnosis lebih lanjut.

"Saat ini pasien masih dilakukan pemeriksaan klinis untuk memastikan apakah terpapar virus corona atau hanya flu biasa," ujar Aditya.

Pasien datang sendiri sekitar pukul 12.00 WIB, lanjut Aditya, dengan keluhan flu berat dan pernah ke Tiongkok, kemudian dilakukan pemeriksaan dan ditangani sesuai standar di ruang isolasi guna mencegah penularan.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More