Selasa 28 Januari 2020, 14:27 WIB

Kuliah Umum Bersama Menteri Jadi Tradisi Media Indonesia

Faustinus Nua | Humaniora
Kuliah Umum Bersama Menteri Jadi Tradisi Media Indonesia

MI/PERMANA
Ketua Dewan Redaksi Media Group Saur Hutabarat

 

MEDIA Indonesia dalam merayakan ulang tahunnya ke 50 menyelenggarakan sejumlah acara dengan melibatkan semua karyawan Media Group beserta tokoh-tokoh penting nasional.

Pada hari ini, Selasa 28 Januari media cetak nasional ini menyelenggarakan kuliah umum bersama Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.

Ketua Dewan Redaksi Media Group Saur Hutabarat mengungkapkan bahwa kuliah umum bersama menteri merupakan tradisi Media Indonesia dalam merayakan ulang tahunnya. Menteri Erick Thohir menjadi menteri ke 4 sekaligus menteri pertama di Kabinet Jokowi Jilid II yang memberi kuliah umum.

"Dimulai dari ibu Sri Mulyani selaku menteri keuangan, ibu Rini menteri BUMN, dilanjutkan pak Jonan menteri ESDM. Tapi bapak Erick adalah orang pertama, menteri pertama di kabinet Jokowi jilid II memberi kuliah umum. Terima kasih pak Erickk karena demikian kita melanjutkan sebuah tradisi yang kokoh yaitu ulang tahun media dirayakan dengan kuliah umum," ungkapnya dalam sambutan Kuliah Umum bersama Menteri BUMN di Grand Studi Metro TV, Jakarta (28/1).

Menurutnya, kuliah umum merupakan peran Media Indonesia selaku media Tanah Air untuk mewujudkan keterbukaan pemerintah kepada ruang publik. Melalui kuliah umum, sebuah kebijakan bisa didiskusikan, diperdebatkan dan bahkan menjadi persoalaan panjang, sehingga asas transparansi selalu terjaga.

Lebih lanjut, di tengah keamajuan teknologi dan perkembangan media yang makin canggih, Saur mengajak agar intelektualisme tetap menjadi dasar dari media-media nasional. Dengan bermunculan banyak media sosial yang menebarkan hoax atau berita palsu, dibutuhkan intelektual sebagai dasar jurnalisme.

"Maka kita kembali pada substansi jurnalisme yang pokok bukan mediumnya tapi yaitu intelektualisme. Sejak zaman batu sampai zaman sekarang yang tidak pudar, yang tidak padam adalah intelektualisme. Kenapa karena dia memelihara akal sehat, memelihara nurani, karena dia memperadukan, dia mempertajamkan hal-hal yang sama, hal-hal yang berbeda yang menyebabkan orang diberi kesemptan mengahasilkan sintesis," imbuhnya

"Itulah sebabnya bapak memteri diberi judul kliah umum. Karena dalam kata kuliah bukan semata mengadung berbicara kepada audience tapi di situ terkading makna yang dalam, intelektualisme".

Saur menambahkan bahwa usia 50 tahun bagi media cetak seperti Media Indonesia merupakan usia yang masih tergolong muda. Bila dibandingkan dengan surat kabar ternama asal Amerika Serikat The New York Times yang sudah berusia 149 tahun, usia Media Indonesia hanya ?.

Untuk itu, dia berharap Media Indonesia terus hadir sebagai media yang bisa mewujudkan transparansi dengan mengedepankan intelektual jurnalisme.(OL-4)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More