Selasa 28 Januari 2020, 14:45 WIB

Wagub Jabar Dapat Laporan Soal Pembuangan Limbah Saat Banjir

Bayu Anggoro | Nusantara
Wagub Jabar Dapat Laporan Soal Pembuangan Limbah Saat Banjir

MI/Bayu Anggoro
Banjir di kawasan Dayeuhkolot

 

WAKIL Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengaku mendapat laporan adanya oknum pengusaha yang memanfaatkan banjir untuk membuang limbah.

"Menurut laporan masyarakat, kalau banjir datang, banyak pabrik yang membuang limbah," kata Uu, Selasa (28/1).

Ia pun meminta pihak kepolisian dan unsur lainnya bergerak cepat untuk menghentikan hal ini.

"Kasian warga sudah kebanjiran, masa harus kena limbah juga. Kami minta polisi mencari. Di saat orang lain susah, ini malah enak-enakan buang limbah," ujarnya.

Terkait banjir, Uu menyebut banjir kali ini tidak separah sebelumnya karena telah berfungsinya terowongan kembar Curug Jompong. Meski begitu, dia berharap normalisasi Sungai Citarum itu bisa segera tuntas agar penderitaan warga tidak terus terulang. 

"Dibandingkan sebelumnya, sekarang lebih baik," imbuhnya.

Baca juga: Enam Kecamatan di Bandung Masih Terendam Banjir

Sementara itu, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum Bob Lombogia memastikan terowongan kembar Curug Jompong telah dibuka meski baru akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo, Rabu (29/1).

Dia pun menegaskan banjir yang saat ini merendam Kabupaten Bandung bukan karena ditutupnya tunnel seperti anggapan sebagian masyarakat. Pihaknya sudah membuka terowongan tersebut sejak pertama kali difungsikan pada 17 Desember 2019. Bahkan, saat ini, keduanya sudah dibuka sehingga aliran air dipastikan lebih maksimal.

"Saat pertama kan yang dibuka hanya satu, sekarang sudah dua-duanya," kata Bob saat dikonfirmasi dari Bandung, Selasa (28/1).

Dia mengakui keberadaan terowongan tidak bisa menuntaskan banjir di kawasan selatan ini. Sehingga, masyarakat diminta memahami jika saat ini masih terjadi banjir di Kabupaten Bandung meski terowongan air sudah berfungsi.

Untuk memaksimalkan penanganan bencana, pihaknya tengah mengerjakan sejumlah program seperti sodetan Cisangkuy dan kolam retensi di Andir.

Jika sodetan itu telah berfungsi, tambah dia, air dari sungai tidak akan melintasi aliran di kawasan Dayeuhkolot sehingga diharapkan bisa mencegah banjir.

"Kami juga akan membuat kolam retensi di Andir. Seperti (kolam retensi) di Cieunteung, sekarang kan sudah tidak banjir," ungkapnya.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More