Selasa 28 Januari 2020, 13:23 WIB

Ketua DPRD: Revitalisasi Monas adalah Kebohongan Publik

Insi Nantika Jelita | Megapolitan
Ketua DPRD: Revitalisasi Monas adalah Kebohongan Publik

MI/Insi Nantika
Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi, memberikan keterangan pers sebelum rapat bersama jajaran Pemprov DKI.

 

KETUA Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi, menilai langkah Gubernur DKI Jakarta, Anis Baswedan, terkait proyek revitalisasi Monumen Nasional (Monas) adalah kebohongan publik.

Prasetyo tidak melihat realisasi janji Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang akan menanam kembali sejumlah pohon yang ditebang. Serta, membuat Monas sebagai ruang terbuka hijau.

"Kata eksekutif bisa buat resapan air. Pas cek ke lapangan kemarin, saya melihat bawahnya dicor, atasnya dikasih batu alam. Itu kan berarti ada suatu pembohongan publik. Nah, itu yang saya pertanyakan," ujar Prasetyo sebelum rapat bersama jajaran Pemprov DKI di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (28/1).

Pada Senin (27/1) kemarin, Prasetyo melakukan inspeksi mendadak ke kawasan selatan Monas, bersama anggota DPRD dari Fraksi PDIP, yakni Pandapotan Sinaga dan Pantas Nainggolan. Prasetyo merasa terkejut atas kondisi Monas di bagian selatan.

Baca juga: Soal Revitalisasi Monas, Ketua DPRD Sebut Kebijakan Anies Rancu

"Kan harus nyambung antara pemerintah pusat dan daerah. Ini Ibu Kota Negara. Kenapa Monas dikelilingi pagar itu sebagai ikon Indonesia, bukan Jakarta saja," tutur Prasetyo.

Prasetyo menyesalkan anggaran revitalisasi kawasan Monas. Penyesalan muncul usai dirinya melihat sisi selatan Monas yang berisi beton.

"Agak kaget dengan situasi dan kondisinya. Saya langsung turun melihat revitalisasi Monas yang saya anggarkan. Kok beda dengan pemikiran saya," pungkasnya.

Menurut dia, kawasan Monas merupakan daerah ring satu pemerintahan, yang menjadi ruang terbuka hijau berdasarkan Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang Wilayah DKI.(OL-11)

 

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More