Selasa 28 Januari 2020, 12:50 WIB

Corona Jadi Sumber Ketidakpastian Baru

Antara | Ekonomi
Corona Jadi Sumber Ketidakpastian Baru

MI/M Taufan SP Bustan
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan wabah virus corona diperkirakan menambah ketidakpastian ekonomi global tahun 2020.
 
"Pembangunan ekonomi saat ini menunjukkan tantangan bagi kondisi global yang akan berlanjut pada tahun 2020 walaupun tensi perdagangan lebih baik," katanya dalam sambutan peluncuran Laporan Pembangunan Dunia (WDR) 2020 di Jakarta, Selasa (28/1).
 
Selain virus corona, disrupsi manufaktur global dan tensi geopolitik juga menjadi tantangan yang juga membuat ketidakpastian ekonomi global.

Nilai Tukar Rupiah Dijaga Sesuai Fundamen
 
Meski begitu, Airlangga mengatakan dari pertemuan Forum Ekonomi Dunia (WEF) tahun 2020 di Davos, Swiss, seluruh negara optimistis dengan perkembangan ekonomi saat ini.
 
"Ada sinyal positif dari sebagian besar area di empat benua yang semuanya optimistis tahun ini bahwa resesi itu seperti tidak terjadi," katanya.
 
Pendorongnya, kata dia, pertumbuhan yang kuat di Amerika Serikat hingga 'gencatan senjata' perdagangan antara Amerika Serikat dan China.
 
Meski Dana Moneter Internasional (IMF) mengoreksi pertumbuhan ekonomi global, namun Menko Airlangga menyebut fundamental ekonomi masih positif.
 
Fundamental ekonomi, kata dia, masih menggema dan Indonesia mampu menumbuhkan ekonominya kisaran 5% pada 2019 utamanya didorong konsumsi domestik dan investasi. Indonesia akan terus menguatkan daya saing dan investasi," katanya.
 
Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) mengonfirmasi jumlah kasus infeksi virus corona tipe baru bertambah menjadi 2.798 secara global per 27 Januari 2020.
 
Di China, termasuk Hong Kong, Makau, dan Taipei, menurut WHO, ada 2.741 kasus positif infeksi virus corona baru dan 5.794 kasus dugaan infeksi virus itu serta 461 yang sakit parah dan 80 orang yang meninggal dunia
akibat infeksi virus tersebut.
 
Sementara di luar China, ada 37 kasus infeksi virus corona baru yang tersebar di 11 negara yakni Jepang, Korea Selatan, Vietnam, Singapura, Australia, Malaysia, Thailand, Nepal, Amerika Serikat, Kanada dan Prancis. (E-1)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

SK Lokasi Pelabuhan Blok Masela Diterbitkan

👤Suryani Wandari Putri 🕔Selasa 02 Juni 2020, 05:35 WIB
Sejauh ini calon pembeli dari gas yang dihasilkan dari Blok Masela masih PLN dan Pupuk...
ANTARA FOTO/Siswowidodo

Kementan Terus Tingkatkan Populasi Sapi Perah

👤Iam/E-3 🕔Selasa 02 Juni 2020, 05:20 WIB
Ketut mengatakan populasi sapi perah nasional pada 2019 sebanyak 561.061 ekor dengan produksi susu sebanyak 996.442...
MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI

Pengemudi Ojol dan Opang masih Harus Bersabar

👤Iam/E-2 🕔Selasa 02 Juni 2020, 05:05 WIB
Pihaknya berjanji dalam waktu dekat sudah ada keputusan perihal ojol dan opang tersebut. “Kita bergerak cepat. Kita kan waktunya juga...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya