Selasa 28 Januari 2020, 14:15 WIB

FBI Selidiki Penyebab Kecelakaan Helikopter Kobe Bryant

Akmal Fauzi | Olahraga
FBI Selidiki Penyebab Kecelakaan Helikopter Kobe Bryant

AFP/Josh Lefkowitz/Getty Images
Lokasi jatuhnya helikopter yang membawa Kobe Bryant di California

PENYELIDIK dari Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) ikut mengumpulkan barang bukti di reruntuhan tempat kejadian kecelakaan legenda basket Kobe Bryant.

Penyelidik berharap ada petunjuk yang menjawab penyebab kecelakaan yang menewaskan Bryant dan putrinya Gianna Maria-Onore Bryant.

Bryant menggunakan helikopter Sikorsky S-76B untuk menuju Mamba Sports Academy, tempat latihan miliknya di California. Namun nahas, helikopter itu jatuh dan menewaskan sembilan orang termasuk Bryant dan Gianna.

Jennifer Homendy, anggota Dewan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB), mengatakan penyelidik akan tetap berada di lokasi kecelakaan untuk mengumpulkan bukti.

"Kami akan berada di sini sekitar lima hari di tempat kejadian untuk mengumpulkan bukti yang mudah rusak," kata Homendy.

Baca juga: Kobe Bryant akan Langsung Masuk Hall of Fame Bola Basket

Dia menambahkan, helikopter yang digunakan Bryant tidak memiliki kotak hitam (black box) dan alat perekam.

Departemen Sheriff Los Angeles County mengatakan pihaknya melindungi daerah di sekitar kecelakaan untuk mencegah pengganggu mengakses situs tersebut.

"Kami ingin memastikan semua orang tetap di tempat mereka seharusnya, dan menjaga semua orang aman karena daerah itu berbahaya, bahkan di siang hari karena kecuraman medan," katanya.

Philippe Lesourd, seorang pilot helikopter dan instruktur yang telah terbang di California selama 29 tahun, mengatakan kepada AFP bahwa kabut tebal kemungkinan menjadi penyebab pilot kehilangan kendali atas pesawat.

Dia mengatakan pilot mungkin menderita "disorientasi spasial" setelah kehilangan pandangan saat memasuki awan.

Saksi mata mengatakan kepada media setempat bahwa helikopter itu tampaknya terbang sangat rendah dan tampaknya kesulitan sebelum menabrak bukit. (AFP/OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More