Selasa 28 Januari 2020, 13:45 WIB

Sudah Hari Kelima, Banjir di Desa Dayeuhkolot belum Surut

Bayu Anggoro | Nusantara
Sudah Hari Kelima, Banjir di Desa Dayeuhkolot belum Surut

MI/Bayu Anggoro
Warga beraktivitas menggunakan ojek perahu

 

BANJIR merendam empat kecamatan di Kabupaten Bandung sejak Jumat (24/1). Hingga hari kelima ini, ketinggian air tidak berkurang karena hujan turun setiap hari.

Salah satunya terlihat di RW 03 Babakan Cilisung, Desa Dayeuhkolot,  Kecamatan Dayeuhkolot. Berdasarkan pantauan pada Selasa (28/1), di wilayah tersebut masih terendam banjir dengan ketinggian air hingga 1 meter.

Aktivitas warga pun terkendala karena kendaraan bermotor sama sekali tidak bisa digunakan. Untuk menuju lokasi luar, mereka terpaksa menggunakan ojek perahu yang hadir setiap musim banjir.

Kondisi ini pun berdampak terhadap sejumlah sekolah yang diliburkan sementara.

"Kondisi ini (banjir) dari malam Sabtu," kata warga RW 03 Rudiana.

Berkaca pada pengalaman banjir di musim hujan sebelumnya, paling cepat air surut dalam 18 hari, dan bisa lebih lama lagi jika terus menerus diiringi turunnya hujan.

"Kalau hujan enggak berhenti, ya terus banjir," imbuhnya.

Baca juga:  Bandung Selatan Kembali Diterjang Banjir

Meski begitu, dia bersyukur karena ketinggian air saat ini tidak separah sebelumnya. Hal ini merupakan dampak dibukanya terowongan kembar Curug Jompong di Nanjung, Kabupaten Bandung.

"Dulu sedada, sekarang masih mending sepinggang," ujarnya.

Ketua RW 03 Babakan Cilisung, Desa Dayeuhkolot, Kecamatan Dayeuhkolot, Eka Kandawirya, mengatakan, genangan air ke wilayahnya berasal dari anak Sungai Citarum yang melintasi jalan Dayeuhkolot.

"Jadi airnya dari jalan masuk ke dalam (wilayah RW 03). Itu dari sungai yang di pinggir pabrik," tuturnya.

Eka melanjutkan, terdapat 300 KK yang rumahnya terendam air, sekitar 1.110 warga aktivitasnya terganggu.

"Kalau yang rumahnya dua lantai, bisa tinggal di lantai dua. Tapi kalau yang enggak punya (lantai dua), ngungsi ke balai desa," tukasnya.

Menurut dia, setiap banjir, hampir seluruh warga menghentikan aktivitas. Termasuk Sekolah Dasar Negeri Bojong Asih 02 yang meliburkan siswa sejak hari pertama bencana tersebut.

Dia berharap pemerintah segera menurunkan bantuan untuk warganya yang terisolasi.

"Kalau masih banjir, (aktivitas) sekolah akan dipindahkan ke balai desa. Selain enggak bisa mencari nafkah, stok bahan makanan warga juga terbatas," pungkasnya seraya berharap normalisasi Sungai Citarum bisa segera tuntas.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More