Selasa 28 Januari 2020, 12:45 WIB

Enam Kecamatan di Bandung Masih Terendam Banjir

Ferdian Ananda Majni | Nusantara
Enam Kecamatan di Bandung Masih Terendam Banjir

ANTARA/Novrian Arbi
Sejumlah anak bermain di genangan banjir di Jalan Raya Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

 

BANJIR masih merendam enam kecamatan di Kabupaten Bandung sejak Kamis (23/1) hingga hari ini, Selasa (28/1). Keenam kecamatan itu yakni Kecamatan Baleendah, Kecamatan Dayeuhkolot, Kecamatan Bojongsoang, Kecamatan Rancaekek, Kecamatan Majalaya, dan Kecamatan Ciparay.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Agus Wibowo mengatakan berdasarkan data, hingga Selasa (28/1) pukul 05.00 WIB, sebanyak 18.046 KK/59.917 jiwa terdampak banjir dengan ketinggian muka air rata-rata 10-200 sentimeter

"Ada sekitar 1.454 KK atau 3.882 jiwa yang telah mengungsi," kata Agus dalam keterangannya, Selasa (28/1)

Baca juga: Jatim Gelar 445 Acara Pariwisata Sepanjang 2020

Adapun sejumlah titik pengungsian meliputi Aula Desa Dayeuhkolot, Masjid Ashofia, Masjid Baitu Haq, Masjid Al-Musofa, Masjid Argadinata, Masjid Al-Barokah, Shelter Parunghalang, Gedung INKANAS Baleendah, dan sejumlah pengungsian lainnya yang tersebar di beberapa kecamatan.

Dia menyebut kerugian materil yang ditimbulkan akibat banjir yang terjadi karena intensitas hujan tinggi di wilayah Kabupaten Bandung dan Kota Bandung tersebut meliputi 13.881 rumah, 23 sekolah, 79 tempat ibadah, 18 fasilitas umum, dan 278 hektare sawah.

"Selain itu, akses Jalan Andir menuju Ketapang masih terendam dan tidak bisa dilalui kendaraan," jelasnya.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat, BPBD Kabupaten Bandung dan tim gabungan serta dari unsur TNI/Polri terus memantau ketinggian muka air dan melakukan assessment ke lokasi kejadian.

Begitu juga bantuan logistik seperti sembako dan sejumlah barang penunjang kebutuhan lainnya terus dikirimkan kepada para pengungsi tersebut. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More