Selasa 28 Januari 2020, 10:50 WIB

Seorang Wartawan AS Dilarang Ikut Kunjungan Menlu Mike Pompeo

Deri Dahuri | Internasional
Seorang Wartawan AS Dilarang Ikut Kunjungan Menlu Mike Pompeo

OE RAEDLE / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / AFP
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo.

 

SEORANG wartawan dari National Publik Radio (NPR) tidak dimasukan dalam daftar nama kunjungan Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo ke Ukraina selama sepekan. Pencoretan nama tersebut terkait perseteruan antara Pompoe dan wartawan NPR lainnya.    

Asosiasi wartawan yang mewakili para wartawan yang meliput Departemen Luar Negeri (Deplu) AS mengatakan, Senin (27/1) waktu setempat, bahwa pejabat tinggi di Deplu telah mencoret nama Michele Kelemen dari NPR dalam kunjungan kenegaraan Pompea yang dimulai ke Inggris pada Rabu (29/1).

Setelah menyambangi Inggris, Menlu AS akan melanjutkan perjalanan ke Ukraina dan beberapa negara lainnya.   

"Kami dapat menyimpulkan bahwa Deplu balas dendam terhadap National Public Radio terkait persetuan dengan wartawan NPR lainnya," kata Asosiasi Wartawan Deplu AS yang memprotes tindakan tersebut.

Sebelumnya, wartawan NPR Mary Louise Kelly melakukan wawancara dengan Pompeo dan menanyakan soal isu Ukraina yang menjadi biang keladi dimakzulkannnya Presiden Donald Trump.     

Menurut Kelly, setelah wawancara seorang staf di Deplu AS membawanya ke ruang tamu khusus tanpa diizinkan membawa alat rekaman.

"Setelah lama menunggu dan...dia (Pompeo) berteriak pada saya saat itu dan juga saat wawancara berlangsung," tutur Kelly.

 "Dia (Pompeo) tidak suka dengan pertanyaan soal Ukraina," kata Kelly. Saat dengan nada marah, Pompeo justru bertannya balik,"Apakah kamu pikir orang Amerika peduli dengan Ukraina?"   

Kelly juga diminta menunjukkan peta tanpa penjelasan di mana posisi Ukraina. Saat itu, Kelly melakukannya tetapi justru Menlu AS mengatakan bahwa yang ditunjuk Kelly adalah Bangladesh.

Tak hanya itu, Menlu AS dituduh telah melontarkan kalimat kasar. Namun Pompeo membantah apa yang telah dilakukannya. (AFP/OL-09)

 

 

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More