Selasa 28 Januari 2020, 08:15 WIB

Arsenal Bayar Mahal Kemenangan dengan Cedera Mustafi

Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Sepak Bola
Arsenal Bayar Mahal Kemenangan dengan Cedera Mustafi

AFP/Glyn KIRK
Bek Arsenal Shkodran Mustafi ditandu ke luar lapangan usai mengalami cedera dalam laga Piala FA melawan Bournemouth

 

KEMENANGAN Arsenal atas Bournemouth 2-1 nyatanya harus dibayar mahal dengan cederanya bek Shkodran Mustafi.

Bek asal Jerman itu harus ditarik keluar lantaran mengalami benturan dengan pemain Bournemouth Dominic Solanke dan kiper Arsenal Emiliano Martinez. Benturan tersebut menyebabkan Mustafi terjatuh.

Cederanya Mustafi membuat lini pertahanan Arsenal semakin sengsara. Pasalnya, Arsenal sudah kehilangan Calum Chambers, Sead Kolasinac, dan Kieran Tierney karena cedera.

Chambers absen hingga akhir musim setelah memecah ACL-nya melawan Chelsea, Desember lalu, sementara Kolasinac mengalami cedera paha dan Tierney belum pulih dari bahu terkilir.

Baca juga: Saka Bawa Arsenal Kalahkan Bournemouth

Manajer Arsenal Mikel Arteta menyatakan Mustafi masih bisa tampil dalam rencana jangka panjang The Gunners.

"Saya datang ke sini, dia (Mustafi) ada di sini dan sikapnya selalu benar dan dia ingin membantu tim," ucap Arteta.

"Saya tidak percaya bahwa pada usia 27 tahun Anda tidak dapat meningkatkan aspek-aspek tertentu dari permainan. Saya benar-benar percaya Mustafi bisa melakukannya," tambahnya.

Pernyataan Arteta tersebut menegaskan Mustafi tidak akan dijual Arsenal pada musim ini.

Padahal, Arsenal sudah berada di pasar transfer untuk mendatangkan bek baru Januari ini. Arsenal tengah dalam kesepakatan untuk menboyong bek tengah Flamengo Pablo Mari namun masih di ambang penyelesaian akhir.

Arteta setidaknya memiliki David Luiz yang akan kembali dari skorsing setelah kartu merahnya melawan Chelsea. Tetapi, ia harus berimprovisasi di lini belakang ketika Arsenal melakukan perjalanan ke Turf Moor untuk menghadapi Burnley pada Minggu (2/2). (goal/OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More