Selasa 28 Januari 2020, 07:10 WIB

Alutsista Wajib dari Lokal

Andhika Prasetyo | Politik dan Hukum
Alutsista Wajib dari Lokal

ANTARA FOTO/Zabur Karuru
Presiden Joko Widodo (tengah) memimpin rapat terbatas di Fasilitas Produksi Kapal Selam PT PAL, Surabaya, Jatim, kemarin.

 

PRESIDEN Joko Widodo menginstruksikan kebutuhan alat utama sistem persenjataan (alutsista) dipenuhi dari industri dalam negeri. Bila masih belum cukup, barulah mengimpor.

"Industri strategis pertahanan kita ini harus diberikan prioritas terlebih dahulu. Kementerian Pertahanan, kementerian-kementerian yang lain, yang misalnya ingin membeli kapal, beli ke PT PAL. Polair, Bea Cukai Kementerian Keuangan, beli dari PT PAL semuanya," ujar Jokowi di PT PAL Indonesia (persero), Surabaya, Jawa Timur, kemarin.

Indonesia merupakan pasar yang besar bagi perusahaan-perusahaan lokal yang menjual produk-produk alutsista. Tahun ini saja, dana yang dialokasikan pemerintah di APBN untuk belanja pertahanan mencapai Rp147 triliun.

Presiden Jokowi pun meminta anggaran sebesar itu tidak dihamburkan ke luar negeri. Artinya, berbagai keperluan alutsista sudah semestinya dipenuhi dari industri lokal.

Jika seluruh instansi terkait memenuhi kebutuhan sistem pertahanan mereka dari dalam negeri, Presiden optimistis pesanan alutsista akan terus berjalan dan berkembang.

Kepala Negara juga meminta seluruh alutsista yang diproduksi di Tanah Air mengadopsi pengembangan militer terkini yang serbadigital. Sinergi dengan perusahaan-perusahaan asing menjadi salah satu upaya yang bisa ditempuh demi mewujudkan produksi alutsista nasional yang kian modern dan canggih.

"Saya yakin jika BUMN kita berpartner dengan perusahaan-perusahaan luar yang sudah memiliki reputasi, saya kira akan lebih cepat mengadopsi perkembangan teknologi militer terkini," tuturnya.

Indonesia, lanjut Jokowi, harus sudah mampu menguasai teknologi militer kelas wahid yang mengedepankan teknologi sensor, pengindraan jarak jauh, komputasi kuantum, dan segala hal yang terkait otomatisasi dalam kurun 50 tahun ke depan.

 

Pertama di ASEAN

Kini pun, Indonesia telah menjadi satu-satunya negara di Asia Tenggara yang mampu memproduksi kapal selam. Dalam kunjungannya ke PT PAL Indonesia, Presiden berkesempatan meninjau pembangunan kapal selam KRI Alugoro-405 yang cukup canggih.

"Kapal selam Alugoro merupakan kapal selam ketiga dari batch pertama kerja sama pembangunan kapal selam antara PT PAL Indonesia dan Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME)," ujar Deputi Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, melalui keterangan resmi, kemarin.

Indonesia telah menerima Nagapasa-403 dan Ardadedali-404 yang dibuat di Korea Selatan. Setelah itu, Alugoro-405 dibangun di galangan PT PAL Indonesia bekerja sama dengan pihak Korsel sekaligus sebagai proses transfer teknologi.

Dengan dilengkapi mesin diesel elektrik, Alugoro-405 mampu melesat dengan kecepatan maksimal saat menyelam, yakni 21 knot. Adapun kecepatan maksimal di permukaannya mencapai 12 knot.

Kapal selam berkelir hitam itu dapat memuat 40 kru, dengan kemampuan jelajah selama 50 hari dan masa pakai selama 30 tahun. (Ant/P-2)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More