Selasa 28 Januari 2020, 06:25 WIB

Dapur NRC Memasak Jajak Pendapat

Sabam Sinaga | Politik dan Hukum
Dapur NRC Memasak Jajak Pendapat

MI/ADAM DWI
Direktur eksekutif LSI Djayadi Hanan (kedua kanan), bersama Direktur Kom Indonesia Indicator Rustika Herlambang (kanan)

 

SENIN (20/1/2020) pukul 12.29 WIB. Tim riset NRC (News Reasearch Center) Media Group News menerima sebuah pesan melaluigrup WA (whatsapp). "CLOSED. Aplikasi NRC: 132, Google Form: 31, Total: 163. Gender: Laki-Laki 75,46%, Perempuan 24,54%," begitulah isi pesan yang dikirim kan periset NRC, AdheSeptian.

Itu artinya sesi pengiriman instrumen riset dan penerimaan data dari narasumber, yang dimulai 13 Januari 2020 pukul 12.30 WIB, resmi ditutup. Lewat sudah masa-masa kritis pelaksanaan jajakpendapat "100 HariPemerintahanJokowi-Amin". Tak ayal riuh-suka cita membahana di ruang kerja NRC. Maklum, inilah proyek survei (eksternal) pertama sejak NRC terbentuk November 2019.

"Sip. Inisukseskitasemua," ujar Ade Alawi, Head of NRC.

Menyaring calon narasumber di 34 provinsi dalam kurunwaktu yang sangat mepet, memaksa tim bekerja ekstra. Seluruh rangkaian proses, mulai darimenyusun kegiatan, rancangan narasumber, hingga publikasi harus kelar dalam kurang dari 2 bulan.

NRC menggunakan jaringan jurnalis Metro TV dan Media Indonesia  yang tersebar di 34 provinsi. Bersumber darimereka, dan riset, NRC mendata tokoh-tokoh daerah yang memiliki pengaruh kuat di masyarakatnya,  dan sering muncul dikutip dalam pemberitaan media lokal maupunnasional.

Setidaknya NRC ingin mendapatkan 5 nama tokoh publik dari setiap provinsi. Sehingga total narasumber yang dimintai mengisi instrumen penelitian NRC sebanyak 170 orang. "Kami menemukan ada tokoh pengusaha atau pemuda di daerah, misalnya, ternyata mereka anggota partai politik. "Akhirnya, kami coretnamanyadaridaftar," ujar Ade.

Ade menambahkan, bahwa tokoh publik yang menjadi narasumber harus independen.  Mereka adalah bukan AparaturSipil Negara (birokrat), kepala daerah, anggota partaipolitik, dan TNI/Polri. "Oleh sebab itu, narasumber harus diverifikasi benar-benar independen,"  tegas Ade.

Dari penyisiran, terjaringlah 159 narasumber independen yang mengisi instrumen penelitian NRC tentang menakar kinerja 100 haripemerintahanJokowi-Amin. Pertanyaan dalam instrumen penelitian, meliputi Panca Kerja Pemerintahan Jokowi, yakni pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas sumberdayamanusia (SDM), penyederhanaan regulasi, pemangkasan birokrasi, dan transformasi ekonomi.

Tidakhanyaitu, NRC juga memberikan pertanyaan kepadan arasumber tentang isu- isu aktual yang ramai menjadi pemberitaan media sejak 20 Oktober 2019 hingga pertengahan Januari 2020.   Sebutsaja, tentang polemik Kedaulatan NKRI ketika kapal Tionkok  masuk ke perairan Natuna, keinginan pemerintah memindahkan ibukota, isu korupsi di BUMN, isu radikalis m e dan intoleransi, kesigapan pemerintah dalam menangani bencana alam, sampai isu penghapusan Ujian Nasional.

Secarademografi, jumlah narasumber Jajak Pendapat  relatif sudah memenuhi syarat dengan persentase responden perempuan di atas 20%. Menurut Kepala Litbang Media Indonesia, Irwansyah angka tersebut merujuk pada batas minimal keterwakilan perempuan di parlemen yang faktualnya belum pernah mencapai 30 persen.Seperti diketahui, dalam UU Pemilu No 7 tahun 2017, disebutkan bahwa setiap parpol harus mengusulkan calon legislatif perempuan sebesar 30 persen di setiap daerah pemilihan (dapil). "Sampai sekarang keterwakilan perempuan belum pernah menyentuh angka 30%. Maka syarat lebih 20 persen sudah melampuai ambang politik keterwakilan suara narasumber perempuan, " jelas Irwansyah.

Sementaraitu, komposisi narasumber berdasarkan "profesi" dari data yang masuk,  berlatar akademisi 50 orang (31,44%), tokoh masyarakat 46 orang (28,93%), aktivis 31 orang (19,49%), danpimpinanOrmas/OKP 32 orang (20,12%).

Adapun secara geografis, narasumber terbanyak berasal dari Sumatera (10 provinsi) yakni 48 orang (30,18%), disusul Jawa (6 provinsi) 42 orang (26,41%), Sulawesi (6 provinsi) 24 orang (15,09%), Kalimantan (5 provinsi) 19 orang (11,94%), Bali-NTT-NTB (3 provinsi) 13 orang (8,17%), serta Maluku, Mauluku Utara, Papua, dan Papua Barat (4 provinsi) 13 orang (8,17%).

Dari segiusiaatau genre (Tapscott), jumlah terbesar dari kalangan generasi X (41-60 tahun), yakni 108 orang (67,92%). Disusul narasumber millenial (30-40 tahun), yakni 33 orang (20,75%). Sedangkan generasi Z (di bawah 30 tahun) dan respondenberusia di atas 60 tahunber jumlah sama, yakni 9 orang (5,66%).

Jajak pendapat atau pun survei lembaga lain biasanya menggunakan parameter dengan kata "puas" atau "tidakpuas".  Namun jajak pendapat NRC kali ini menggunakan diksi yang berbeda, yakni parameter "optimis" dan "pesimis."

MenurutIrwansyah, kata "optimis-pesimis" menunjukkan harapan. Berbeda dengan puas atau tidak puas yang sekadar "berhenti" pada penilaian. "Optimis-pesimis itu menunjukkan sikap, dan sikap ini memicu orang untuk memberikan solusi apa yang harus dilakukan pemerintah," jelasIrwansyah.  (Sabam Sinaga/X-4)

 

 

 

 

 

Baca Juga

ANTARA/Aprillio Akbar

Komisi II DPR Minta Pemerintah Tunda Pemindahan Ibu Kota

👤Putri Rosmalia Octaviyani 🕔Senin 06 April 2020, 12:48 WIB
Dalam komposisi APBN 2020, anggaran pembangunan infrastruktur mencapai Rp400 triliun, termasuk anggaran pemindahan ibu...
Istomewa/DPR

Siapkan Skenario Guna Jaga Stok Pangan Nasional

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 06 April 2020, 12:34 WIB
DPR RI mendorong Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk tetap dapat menstabilkan dan menjaga stok pangan nasional agar tidak terjadi...
Dok. Biro Pers Sekretariat Presiden

Jokowi Pastikan Tidak Ada Pembebasan Napi Koruptor

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Senin 06 April 2020, 10:54 WIB
Di tengah pandemi covid-19, pembebasan bersyarat terbatas untuk narapidana...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya