Selasa 28 Januari 2020, 04:30 WIB

Mentan Rancang Dana KUR Rp1 Triliun/Provinsi

(Uta/Ant/E-2) | Ekonomi
Mentan Rancang Dana KUR Rp1 Triliun/Provinsi

MI/ANDRI WIDIYANTO
RAKERNAS KEMENTRIAN PERTANIAN 2020: Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo

 

MENTERI Pertanian Syahrul Yasin Limpo berencana siapkan kredit usaha rakyat (KUR) hingga Rp1 triliun per provinsi demi meningkatkan produktivitas petani.

"Saya ingin katakan bahwa salah satu yang harus diselesaikan ialah satu provinsi Rp1 triliun, berarti ada Rp34 triliun untuk diselesaikan. Tidak mungkin kita bisa maju kalau modal awal pertamanya tidak bisa dihitung," kata Syahrul pada Pembukaan Rakernas Pembangunan Pertanian Tahun 2020 di Jakarta, kemarin.

Mentan mengungkapkan setidaknya satu petani nantinya akan mendapatkan dana KUR hingga Rp50 juta. Syarat untuk berhak mendapatkan KUR pun tak sulit, petani cukup bergabung dalam gabungan kelompok tani (gapoktan).

Mentan juga akan berkoordinasi dengan para gubernur tiap provinsi untuk memastikan alokasi dana KUR tersebut, juga bekerja sama dengan perbankan Himbara.

Menurut Mentan, selama ini alokasi dana untuk sektor pertanian hanya mencapai sekitar Rp1 miliar sampai Rp2 miliar per kabupaten, atau sekitar Rp200 miliar untuk satu provinsi. Alhasil, produksi pertanian pun menjadi tidak maksimal.

Pada awal 2020 ini, Kementan telah menargetkan peningkatan produksi komoditas utama sebanyak 7% per tahun. Dengan target sebesar itu, gerakan tiga kali ekspor (Gratieks) diharapkan dapat tercapai hingga 2024.

Serapan KUR sektor pertanian juga ditargetkan sebesar Rp50 triliun per tahun dengan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tumbuh sebanyak 7.898 unit pada 2024.

Selain itu, Syahrul menargetkan kontribusi sektor pertanian dalam penurunan daerah rentan rawan pangan menjadi 10% pada 2024 serta penurunan angka stunting menjadi 14% di 2024, antara lain melalui Family Farming, Pertanian Masuk Sekolah (PMS), dan kegiatan dengan perguruan tinggi.

"Kalau kabupaten, hanya (dialokasikan) Rp1 miliar sampai Rp2 miliar, tidak mungkin mencapai target itu. Kalau provinsi hanya menggulirkan Rp200 miliar sampai Rp300 miliar untuk anggaran pertanian, tidak mungkin bisa. Saya berharap KUR menjadi kekuatan baru kita," kata Syahrul. (Uta/Ant/E-2)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More