Senin 27 Januari 2020, 22:52 WIB

Kasus Novel, Polisi Tunggu P21 dari Kejaksaan

Tri Subarkah | Politik dan Hukum
Kasus Novel, Polisi Tunggu P21 dari Kejaksaan

Antara/Abdul Wahab
tersangka penyerangan Novel Baswedan

 

KEPOLISIAN Republik Indonesia masih menunggu P21 berkas tersangka penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan dari Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

"Jadi ini masih tahap 1 berkas perkaranya yang diserahkan ke Kejaksaan ya, nanti kalau sudah jaksa mengatakan berkas perkaranya lengkap baru tahap 2 tersangkanya diserahkan," ungkap Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adisaputra di Gedung Bareksrim Polri, Senin (27/1).

Asep menyebut Polri akan memberikan sanksi internal terhadap kedua pelaku, yakni Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette. Hal tersebut mengingat keduanya merupakan anggota Polri aktif.

"Kita punya aturan internal ya, kode etik, (sanksi) disiplin anggota-anggota yang tersangkut pidana, semua sudah ada ketentuannya untuk proses ini," terang Asep.

Namun, pemberian sanksi terhadap keduanya harus menunggu hasil sidang. Menurut Asep, hasil dari persidangan nantinya dapat memperkuat bukti kebenaran kedua pelaku tersebut melakukan hal yang selama ini dipersangkakan.

Baca juga : Penahanan Tersangka Penyerang Novel Baswedan Diperpanjang

"kita nanti akan menunggu hasil dari pada persidangan karena itu juga bagian dari pada yang menguatkan bukti benar dugaan anggota tersebut melakukan yang dipersangkakan atau tidak," ujar Asep.

Diketahui, Novel Baswedan disiram air keras pada 11 April 2017 sepulang dari Masjid Al-Ihsan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Novel dilarikan ke Singapura untuk menjalani operasi mata pada 12 April 2017.

Tim Teknis yang mengusut kasus penyiraman air keras terhadap Novel menangkap Ronny dan Rahmat pada Kamis (26/12/2019) lalu di Cimanggis, Depok, Jawa Barat.

Keduanya merupakan polisi aktif dari kesatuan Brimob. Saat akan dipindahkan dari rutan Polda Metro Jaya ke Bareksrim Polri, salah satu tersangka berteriak di hadapan awak media bahwa Novel seorang pengkhianat.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dikenakan Pasal 170 subsider 351 Ayat (2) KUHP tentang Penganiayaan dan Pengeroyokan dengan ancaman lima tahun penjara. (OL-7)

Baca Juga

ANTARA

Presiden Jokowi Tinjau RS Darurat Covid-19 di Pulau Galang

👤Andhika Prasetyo 🕔Rabu 01 April 2020, 12:40 WIB
Presiden Joko Widodo, Rabu (1/4), bertolak ke Kepulauan Riau untuk untuk meninjau kesiapan Rumah Sakit Darurat Penanganan Covid-19 yang...
MI/SUPARDJI RASBAN

Komisi I DPR Minta Karantina Wilayah Disegerakan

👤Putri Rosmalia Octaviyani 🕔Rabu 01 April 2020, 10:29 WIB
Berbagai kebijakan sudah berjalan selama 1 bulan selama adanya korona belum bisa menekan perkembangan virus...
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

KPK Buka Kunjungan Daring Rutan

👤DHIKA KUSUMA WINATA 🕔Rabu 01 April 2020, 10:10 WIB
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang kebijakan penutupan layanan kunjungan tahanan secara tatap muka di tengah pandemi virus...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya